wisuda


Setelah lala mengetahui nama pengeran hatinya, Muhammad arden syauqi . lala langsung mencari akun medsos nya, akhirnya lala mendapatkan akun ig arden. Tak berfikir lama lala langsung mengfollow akun instagram dari sang pujaan hati, dan memberikan tanda love di setiap fotonya. Dan lala tak sungkan untuk men DM sang pujaan hati.
“assalamualaikum bg”
“Aku lala, yang tadi mintak foto sama abg, tadi lupa untuk kasih tau nama lala” lala sambil tersenyum-senyum menulis  DM nya itu.
Setiap hari, lala tidak lupa ngecek hape nya, apakah DM dari sang pujaan hati sudah ada balesan. Tapi chat lala tidak kuncung di bales lala sudah sebulan menunggu balesan chatnya itu, tapi chat terebut juga tidak kuncung di bales. Lala sedikit kecewa dengan hal itu. Di kampus lala berusaha menacari sang pujaan hati, namun itu semua sia-sia saja. Lala tidak berjumpa lagi dengan sang paneran setelah acara pbak itu. Namun lala tidak pernah putus asa untuk bisa kenal dan dekat dengan pangerannya itu.
*****
Ping…
Ping…
Suara chat masuk ke hape lala.
“ siapa sih yang chat pagi-pagi gni” sambil ngecek hapenya dengan wajah yang masih ngantuk
“ aya: lala, tau nggak kemaren qw liat siapa d pkm??. Qw liat ARDEN”
Lala langsung terkejut membaca pesan dari aya, lala langsung bangun dan menelvon sahabatnya itu. Tapi aya tidak mengangkat telvon dari lala.
“ih….., aya ngapain sih, sampe telvon qw nggak di angkatnya” sambil membanting hapenya
******
Tok.. tok.. tok….
“assalamualaikum, aya… aya…” lala sambil mengetuk pintu kosnya lala.
“waalaikumsalam, iya-iya tunggu”
“lala?, ngapain lo di sini pagi-pagi” melihat lala dengan wajah kebingungan.
“lo, harus cerita semuanya ke gue sekarang juga” sambil menarik tangan aya, dan duduk di kursi tamu.
“cerita apaan?”
“lo jangan, purak-purak lupa ya, ini cerita tentang chat wa yang lu kirim ke qw tadi “ dengan wajah lala yang penasaran.
“ohhhh…, masalah arden”
“klau itu,Iya...., kemaren qw ketemu dia di pkm. Pas acara wisuda” aya mulai menceritakan pertemuannya dengan arden.
“ngapin lu ke acara wisuda?” lala mulai curiga dengan aya
“lo, kayak curiga gitu sama qw, qw kamaren ke acara wisuda ikut jualan bareng kopma”
“ sejaka kapan lu ikut kopma?” lala heran mendengar penjelasan dari aya
“ suka-suka qw lah, mau ikut apaan gue  di kampus” aya berdiri dan meninggalkan lala di ruang tamu.
“ mau kemana lo, lo belum selesai ceritain kayak mana lu jumpa arden” lala mengejar aya yang masuk ke kamar.
*****
di dalam kamar lala terus saja tersenyum-senyum sambil memegang hapenya. anaya yang melihat itu, heran dan kebingungan.
“lo, kenapa senyum-senyum nggak jelas gtu la?” Anaya yang heran dengan sikap aneh lala
“ bentar lagi qw akan ketemu sama pangeran pujaan qw, my baby arden” lala tidak pernah lepas daris senyumnya
“gimana caranya” Anaya mulai penasaran dengan lala
“qw tidur dulu ya nay, biar bsok pas ketemu sama bg arden qw nya fress” lala langsung menarik selimutnya dan tidur.
“ nggak asik lu lak, qw nanya lo malah tidur” Anaya pun langsung tidur
*****
“baiklah, perkuliahan kita cukupkan di sini. dan jangan lupa kerjakan tugas tadi.” Professor salfen pun keluar dari kelas.
“yesss…, akhirnyas selesai juga” lala langsung berdiri dan menghampiri puti
“puti, hari ini lu jadi teman kan gue jumpa bg arden kan?”
“nggak” puti mengalihkan wajahnya dari lala
“ puti tamara intani anak bapak burhan yang paling cantik sekelas, temanin gue ya” lala berusaha untuk membujuk puti untuk menemaninya.
“oke, gue temanin tapi, nanti beliin gue es cendol ya” berusaha bernegosiasi dengan lala.
“oke deh, sama abang-abang cendolnya gue kasih buat lu”
Lala dan puti pun berjalan keluar, dan menuju tempat orang wisuda.
“lala lu tau nggak sih tempatnya” puti dah mulai marah karena mereka dah hampir mengelilingi kampus mereka.
“gue juga nggak tau pasti sih, kemeren aya kasih tau dekat stand kopma. Tapi gue nggak tau dimana stand nya” lala hanya bisa memberikan senyum manisnya ke puti.
“coba telvone si aya, dimana lokasi pastinya si pangeran lu itu”
“ oke-oke, gue telvone ya”
Lala pun melvone aya., tapi sayangnya nomor aya tidak aktif. Lala pun berinisiatif mengajak puti untuk keliling satu kali lagi untuk mencari stand kopma tersebut.
“kita cari sekali lagi aja ya puti” wajah lala tampak pucat
“ dasar bucin lo”
“bucin apaan ti” lala heran mendengar perkataan puti.
“bucin itu, budak cindol”
Lala terheran-heran dengan penjelasan dari uti.
“eh.., maksud gue budak cinta, ini gara-gara gue dah haus banget nih. Jadi ke pengen cendol jadinya” puti mengajak lala untuk makan cendol terlebih dahulu.

"yaudah deh , kita beli es cendol dulu" berjalan menuju penjual es cendol
“oh ya ti, lu beli buat lu aja, gue nggak usah”
“kenapa?, lu nggak suka cendol?”
“bukan nggak suka, tapi gue lagi puasa” lala melempar senyum manisnya
“astaghfirullah lala, lu dah gila ya. Lu puasa ?” uti sangat kaget mendengar ucapaan lala.
"sejak kapan orang puasa itu gila??, harusnya dapat pahala. gimna sih lu ti" lala terheran mendengar ucapan uti
“bukan itu maksud gue. lu bela-belain, keliling kampus dengan keadaan puasa dengan orang sebanyak ini, cuman mau ketemu si arden-arden itu.” puti hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan si lala.
“ya gimana lagi ti, gue pengen banget ketemu bg arden. Gimana caranya hari ini gue harus ketemu sama bg ardent ti”kombaran semangat lala muncul kembali, lala sangat ingin ketemu bg arden.
“yaudah, gue bantu lu. Sampai ketemu pujaan hati lu itu”
“makasih ya puti” sambil memeluk puti
“ih…, lepasin gue. Malu gue di lihatin orang, di bilang gue lesbian lagi” puti melepaskan pelukan dari lala.
Akhirnya lala dan puti sampe di pkm, dan ketemu juga stand dari kopma. Dan lala melihat pangeran berkuda putihnya memakai baju orange dan sedang jualan minuman di acara wisudaan.
“puti, liat bg arden gue. Ganteng banget” lala tidak pernah lepas pandangannya dari arden
“lu, jangan kayak gtu. Dia ngerasa lu liatin tu”
“ iya-iya gue curi-curi pandang aja” lala tak henti-henti nya melihat bg arden
"dari pada lo pandangin pujaan hati lo terus, bagus kita cari stand kopma" puti menarik tangan lala dan bertanya pada seorang wanita yang sedang menjaga sebuah stand
“misi kk, di sini beneran stand nya kopma?” puti bertanya dengan kk yang sedang menjaga sebuah stand
“ benar dek, ini stand nya kopma.” Kk itu sambil menunjuk sebuah spanduk kecil di depan stand
“lu gimana si ti, spanduknya dah jelas kayak gtu. Kopma UNJA maasih aja na nyak” sambil memukul pundak uti.
“ dari pada lu, liatin yang bukan mahram lu terus” sambil menutup wajah lala
"adek"
“adek di sini mau beli bakso bakar?” mendengar suara kakak kopma itu, langsung membuat mereka berhenti berdebat.
“saya mau nanya kk”
Belum sempat lala melanjuti bicaranya, kak kopma yang memiliki ukuran badan mirip kudanil itu memotong bicara lala.
“disini bukan kantor polisi, tapi stand kopma. Ada nya jual bakso bakar sama sama minuman”
Mendengar ucapan dari si kudanil membuat lala menelan ludahnya.
“yaudah deh kk, saya beli bakso bakarnya 5 ribu.” Lala menjawab sedkit sinis
“oke"
owh ya, tadi kalian  mau nanya apa?” akhirnya si kudanil sedikit ramah dengan kedua gadis itu
“ ni orang habis gue beli dagangannya baru dia baik” berbisik ke arah puti
Uti hanya menepuk-nepuk pundak lala.
"sabar"
"saya mau nanya kk...."
Lala pun menanyakan tentang aya, apakah benar aya masuk kopma. Dan ternyata benar, bahwa aya masuk kopma. Dan setelah mendengar itu, lala tidak mikir panjang lagi. dan langsung mendaftarkan dirinya untuk menjadi anggota kopma. Agar dia bisa slalu jumpa dengan bg arden. Lala langsung di suruh untuk menjaga stand. Lala sangat senang karena dia bisa sepuasnya melihat pangerannya itu.
“lala, lu bisa nggak. Nggak liatin si arden terus, dia udah mulai ngerasa tuh di liatin terus”
“apaan si ti, emangnya ada larangan untuk nengok orang” lala sama sekali tidak mendengarkan ucapan puti. lala terus saja melihat ke arah arden.
Tiba-tiba lala langsung jongkok dan sembunyi di balik kursi.
“lu knpa la?”
“tadi pas gue liatin bg arden, tiba-tiba dia juga liatin gue, mata kita saling ketemu” lala yang malu menutupi wajahnya dengan tangan.
“kan dah gue bilang dari tadi, jangan di liatin mulu”
“gue yakin dia sekarang pasti elfeel sama lu la”puti mulai menakut-nakuti lala
“masak iya sih?” lala mulai termakan dengan ucapan puti.
“uti, dia msih liat ke arah sini nggak?”
“Udah enggak kok” uti meliat ke arah bg arden
“serius dah nggak liat sini lagi” lala masih kurang yakin dengan jawaban puti
“dia bukan udah enggak liatin lo”
“trus?” dengan wajah lala yang penasaran
“tapi dia udah enggak di situ lagi”
“apah” lala spontan berdiri
“dia pergi kemana?”lala mencari bg arden ke sekelilingnya tapi dia tidak melihat dia
“mungkin dia risih sama lu kali la” uti mulai menggoda lala.
"gue beli ice cream dulu ya, soalnya di sini hawanya panas. karena ada cewek yang bikin risih" puti pun pergi meninggalkan lala
“ apaan sih ti” lala sangat kesel mendengar ucapan puti
Lala duduk dengan wajah yang sedih, dan sambil memikirkan ucapan dri puti.
"jangan-jangan bg arden bener-bener risih sama gue, karena dari tadi gue liatin dia terus. Masak dia baru jumpa dia trus tiba-tiba dia langsung nggak suka gue sih".
"bodoh...., bodoh..." lala trus menyebut kata bodoh sambil memukul-mukul kepalanya
tiba-tiba lala mendengar suara laki-laki pas berada di hadapannya.
“permisi, saya ingin beli bakso 10 k”
Mendengar suara itu, lala langsung terkejut dan berdiri. lala langsung melihat kearah sumber suara itu, dan dia melihat sosok laki- laki yang memiliki badan yang tagap , wajah yang tampan dengan hidung yang mancung, kulit putih dan rambut yang sedikit acak-acakan.
“bg arden” lala spontan menyebutkan nama itu di mulutnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISA PENGARUH KOMPETENSI MANAJER PROYEK TERHADAP KETEPATAN BIAYA, MUTU DAN WAKTU

JUDUL : Mahasiswa KKN-DR PLUS UIN SUSKA RIAU melakukan penyemprotan disenfektan di semua masjid nagari parit malintang

Organisasi Kurikulum