Masalah Pendidikan di Bidang Sapras
Berbicara tentang pendidikan tidak akan lepas dari sekolah, sekolah
merupakan suatu lembaga yang digunakan untuk kegiatan belajar bagi para
pendidik serta menjadi tempat memberi dan juga menerima pelajaran yang sesuai
dengan bidangnya. Sekolah bukan hanya memberikan ilmu saja tapi juga memberikan
keamanan dan kenyamanan terhadap siswa. Tapi masih banyak sekolah yang belum
memberikan hal itu kepada siswanya, Seperti di SDN Gentong, Kecamatan
Gadingrejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), ambruknya empat kelas saat
proses belajar mengajar. Kejadian itu memberikan bekas luka pada dunia
pendidikan di Indonesia dan pada orang tua murid karena ada satu siswa, Irza
Amaria Ramadani Almira yang berusia 8 tahun meninggal dunia karena tertimbun
reruntuhan dan satu orang guru Sevina Arsy Putri Wijaya yang harus meninggal
dunia karena tertimpa reruntuhan atap saat mengajar siswa di kelas. Hal itu
berbanding terbalik dengan undang-undang no 20 tahun 2003 tentang system
pendidikan nasional dalam pasal 5 ayat 1
yang mengatakan setiap warganegara memiliki hak yang sama untuk memperoleh
pendidikan yang bermutu.
Kejadian sepeperti itu tidak hanya terjadi sekali, tapi masih
banyak sekolah-sekolah yang di laporkan ambruk dan tidak layak pakai, dari data
Kemindikbud tahun 2018 di Indonesia ada 1.753.873 sekolah dari tingkat SD,
SMP,SMA DAN SMK baik yang negeri maupun swasta. Dari data tersebut 60% tidak layak digunakan, ada
sekitar 63.128 Sekolah Dasar Rusak berat, 81.601 rusak sedang. 20,116 Sekolah
Menengah Pertama rusak berat, 26.324 rusak sedang. 4.416 Sekolah Menegah Atas rusak
berat, 6.401 rusak sedang. 2.572 Sekolah Menegah Kejuruan rusak berat, 3.728
rusak sedang. Data itu menunjukan pendidikan di Indonesia sedang tidak
baik-baik saja.
Salah satu faktor peningkatan mutu pendidikan adalah standar sarana
dan prasarana, sedangkan sekolah-sekolah
di Indonesia masih banyak yang belum memenuhi kriteria sarana dan prsarana yang
telah di tetapkan oleh pemerintah. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana Dan
Prasarana Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (Sd/Mi), Sekolah Menengah
Pertama/Madrasah Tsanawiyah (Smp/Mts), Dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah
Aliyah (Sma/Ma), mengatakan bahwasanya sekolah harus memilki Bahan bangunan yang aman bagi kesehatan pengguna bangunan gedung
dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.
Lalu apa yang harus kita lakukan dalam memperbaiki masalah
pendidikan ini?, dalam masalah ini pemerintah sangat berperan aktif untuk
memberikan bantuan dan mendata sekolah-sekolah mana yang harus diperhatikan dan
di berikan bantuan untuk perbaiki sekolah. Dan pemerintah harus lebih fokus
lagi kepada sekolah-sekolah yang ada di daerah-daerah terpencil karena mereka
juga memilki hak sama dengan masyarakat yang ada di kota untuk merasakan pendidikan
yang aman dan nyaman. Dan bukan hanya pemerintah yang turut andil dalam
memeprbaiki masalah ini, khusunya anak muda juga harus ikut berperan dalam
memberikan solusi dan memperbaiki pendidikan di indoesia. Salah satu peran yang
bisa saya berikan sebagai anak muda Indonesia adalah dengan program Ten Day One School (TDOS) . TDOS adalah salah
satu program dari komunitas saya, program ini bertujuan membantu sekolah di
daerah terpencil yang kurang di perhatikan oleh pemerintah. Program TDOS ini
salah satu perpanjangan tangan dari pemerintah ke sekolah-sekolah terpencil. Di
sana kami akan mengabdi selama 10 hari, ke sekolah di daerah terpencil di
indonesia. Selama 10 hari kami bekerjasama dengan masyarakat untuk gotong
royong memperbaiki sekolah di sana untuk lebih layak dan nyaman di gunakan. Dana
yang kami gunakan untuk perbaikan untuk sekolah-sekolah tersebut dengan
bekerjasama dengan pemerintah, perusahaan swasta, masyarakat, beberapa
organisasi dan para volounter untuk kegiatan ini. Mungkin itu salah satu solusi
yang bisa saya sumbangkan untuk pendidikan di Indonesia, dan semoga dengan
program ini dan kesadaran pemerintah maupun masyarakat terhadap pendidikan bisa
mengurangi masalah-masalah dan meningkatkan
kualitas pendidikan yang ada di
Indonesia.
Komentar
Posting Komentar