ORGANISASI PERKANTORAN
ORGANISASI PERKANTORAN
(Kajian Pada Jurusan Manajemen Pendidikan Islam)
Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi Tugas
Terstruktur Pada Mata Kuliah Administrasi Perkantoran semester V
DOSEN PEMBIMBING
ZAITUN, Dr ., M. Ag
OLEH
KELOMPOK III
Lisdartina 11713200469
Oktani Nodelva Putri 11710324150
Wulandari 11713200679
ADMINISTRASI PENDIDIKAN
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM
RIAU
2019 M/1440
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang
Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak
untuk Allah Tuhan sekalian alam atas
segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya,
sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah dengan judul ”Organisasi
Perkantoran ”.
Dalam penyusunannya, saya memperoleh banyak
bantuan dari berbagai pihak, karena itu saya mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada: Kedua orang tua dan segenap keluarga besar penulis
yang telah memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu besar. Dari
sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit
kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi.
Meskipun kami berharap isi
dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang
kurang. Oleh karena itu, kami mengharapkan
kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi.
Akhir kata, kami berharap agar
makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.
Wassalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh.
Pekanbaru, 08 Oktober
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR..................................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang....................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah................................................................................................... 1
C. Tujuan Masalah....................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian
Organisasi Perkantoran........................................................................ 2
B. Budaya Organisasi Kantor..................................................................................... 3
C. Struktur Organisasi Kantor.................................................................................... 4
D. Prinsip Organisasi Kantor...................................................................................... 9
E. Tugas dan Tanggung Tawab Personil Kantor....................................................... 10
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan.............................................................................................................. 13
B.
Saran ....................................................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................... 15
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan orang lain dalam
menjalani kehidupan. Keterbatasan yang dimiliki oleh manusia menuntut adanya
kerja sama dengan orang lain untuk mencapai suatu tujuan atau lebih dikenal
dengan organisasi. Organisasi merupakan suatu sistem yang terdiri dari
sekelompok orang yang saling bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
Terbentuknya suatu organisasi didasari dengan adanya tujuan yang ingin dicapai
oleh sekelompok orang.
Setiap orang yang terjun dalam dunia organisasi memiliki latar
belakang, kebiasaan, keahlian dan kemampuan yang berbeda-beda yang akan
berpengaruh besar organisasi tersebut. Maka dari itu, untuk keefektifan sebuah
organisasi perlu adanya manajemen dalam mengatur perbedaan-perbedaan yang
dibawa oleh masing-masing individu.
Dewasa ini, prinsip pengorganisasian yang digunakan manajer
berasaal dari berbagai teori manajemen yang telah berkembang dalam beberapa
tahun terakhir. Prinsip ini memberikan petunjuk dasar yng berguna dalam
mendesain beberapa aktivitas perusahaan untuk memandu pencapaian. Sehingga
keorganisasian perkantoran semakin lama akan semakin berkembang dari tahun ke
tahun.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian organisasi perkantoran ?
2.
Bagaimana budaya organisasi kantor ?
3.
Bagaimana sruktur organisasi
kantor
4.
Bagaimana prinsip organisasi perkantoran ?
5.
Bagaimana tugas dan tanggung jawab organisasi perkantoran ?
C.
Tujuan
1.
Untuk mengetahui apa
pengertian organisasi perkantoran.
2.
Untuk mengetahui bagaimana budaya organisasi kantoran.
3.
Untuk mengetahui bagaimana struktur organisasi kantoran.
4.
Untuk mengetahui bagaimana prinsip organisasi perkantoran.
5.
Untuk mengetahui Bagaimana tugas dan tanggung jawab organisasi
perkantoran.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Organisasi Perkantoran
1.
Pengertian organisasi
Organisasi berasal dari istilah Yunani yaitu “organon” dan istilah
latin “organum” yang berarti : alat, bagian, anggota atau badan. Organisasi
adalah sistem hubungan yang terstruktur yang mengkoordinasikan usaha suatu
kelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu.
James D. Mooney, mengatakan “Organisasi adalah bentuk setiap
perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama”. Sedangkan Chester.
I.Barnard memberi pengertian organisasi sebagai suatu sistem daripada aktivitas
kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Jadi, menurut kami organisasi adalah kumpulan dua orang atau lebih
yng saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.[1]
2.
Pengertian perkantoran
Perkantoran adalah sebuah ruangan atau bangunan tempat runtuhan kegiata
tatausaha terlaksana untuk memuai, membenahi, mengembangkan dan mengawasi
kegiatan usaha.
3.
Pengertian organisasi perkantoran
a)
Organisasi perkantoran adalah suatu kolektivitas yang ada di
lingkungan kantor, dimana aktivitas yang dilakukannya didesain secara sadar,
terkoordinasi serta diatur oleh para anggotanya dalam rangka mencapai tujuan
tertentu.[2]
b)
Organisasi pekantoran adalah suatu rangka dasar yang menjadi tempat
orang-orang melangsungkan kegiatanny untuk menerima, menyimpan, mengolah dan
menyajikan informasi.
Jadi, menurut kami Organisasi perkantoran adalah suatu proses yang
menjadi tempat orang-orang berinteraksi untuk mencapai tujuan kantor.
B.
Budaya Organisasi Kantor
Budaya organisasi merupakan sistem nilai yang dikembangkan dan
berlaku dalam suatu organisasi, yang menjadikannya ciri khas sebagai sebuah
organisasi. McShane dan Von Glinow menyatakan bahwa budaya organisasi merupakan
pola dasar dari nilai dan asumsi organisasi yang mengarahkan pegawai dalam
organisasi untuk berfikir dan bertindak terhadap masalah dan kesempatan. Dalam
hal ini, budaya organisasi kantor adalah budaya yang hidup dan berkembang di lingkungan kantor, yang
menjadi ciri khas keberadaan kantor. Fungsi budaya organisasi kantor yaitu :
1. Pengikat
organisasi
Budaya
organisasi berfungsi sebagai pengikat seluruh komponen organisasi terutama pada
saat organisasi menghadapi guncangan, baik dari dalam maupun dari luar
akibatnya terdapat perubahan. Budaya organisasi kantor merupakan pengikat bagi
seluruh komponen yang ada di lingkungan kantor untuk mencapai tujuan bersama.
2. Integrator
Budaya
organisasi merupakan alat untuk menyatukan keberagaman sifat, karakter, bakat
dan kemampuan yang ada di dalam organisasi. Segala bentuk perbedaan di
lingkungan kantor merupakan sumber daya yang perlu didayagunakan.
3.
Identitas organisasi
Budaya
organisasi merupakan salah satu identitas organisasi, seperti logo organisasi
yang memiliki lambang tersendiri. Dalam hal ini, maka identitas yang ada di
lingkungan kantor mengidentifikasikan kinerja yang ada dalam organisasi.
4.
Energi
Untuk
mencapai kinerja yang tinggi, budaya organisasi berfungsi sebagai suntikan
energi untuk mencapai kinerja yang tinggi. Jika energi di anggota-anggota
menghasilkan output yang luar biasa. Budaya organisasi kantor yang
memiliki energi yang tinggi akan menghasilkan kinerja kantor yang tinggi pula.
5.
Ciri kualitas
Budaya
organisasi merupakan representasi dari ciri kualitas yang berlaku dalam
organisasi tersebut. Kualitas kantor, salah satunya ditentukan oleh budaya
organisasi kantor yang berlaku.
6.
Motivator
Budaya
orgnisasi merupakan pemberi semangat bagi para anggota organisasi yang kuat
akan menjadi motivator yang kuat bagi anggotanya. Dengan demikian, budaya
organisasi kantor merupakan salah satu sumber motivasi bagi pegawai yang ada di
lingkungan kantor.
7.
Pedoman gaya kepemimpinan
Seiring
adanya perubahan, disengaja ataupun tidak, membawa pandangan baru tentang
kepmimpinan. Pemimpin dikatakan berhasil apabila mampu membawa anggota
organisasi keluar dari krisis akibat
perubahan yang terjadi
8.
Meningkatkan nilai
Salah
satu fungsi organisasi adalah untuk meningkatkan nilai dari stakeholder-nya
yaitu anggota organisasi, pelanggan, pemasok dan pihak-pihak yang berhubungan
dengan organisasi. Budaya organisasi kantor yang positif, akan meningkatkan
kinerja organisasi secara berkesinambungan.[3]
C. Struktur Organisasi
Dalam suatu
system harus jelas pembagian kerja, tugas, kewajiban, tanggung jawab dan
wewenang setiap orangnya. Pembagian kerja dan penentuan tanggung jawab/
wewenang itu menciptakan struktur organisasi. Gibson menyatakan bahwa struktur
organisasi merupakan cetak biru yang mengindikasikan bagaimana orang dan
pekerjaan dikelompokan bersama dalam suatu organisasi[4].
Struktur organisasi adalah susunan dan hubungan anatara komponene atau bagian
dalam suatu organisasi. [5]
Menurut robbins
dan judge ada enam elemen struktur organisasi:
a.
Spesialis pekerjaan
Hakikat
spesialis pekerjaan atau pembagian pekerjaan, maksudnya daripada pekerjaan
dilakukan oleh satu orang namun
menangani banyak ha, lebih baik pekerjaan tersebut dipecah menjadi sejumlah
pekerjaan yang spesifik , dimana pekerjaan spesifik tersebut diemban oleh
seseorang atau beberapa orang pegawai.
b.
Rantai komando
Merupakan
garis tidak putus dari rangkaian wewenang yang ada dalam organisasi dalam
rantai komando ada yang paling penting, yaitu wewenang dan kesatuan komando.
a)
Wewenang, mengacu pada kemampuan untuk memberi perintah dan
mengharapakan perintah tersebut dipatuhi
oleh pegawai.
b)
Kesatuan komando membantu mengamankan konsep garis wewenang yang
tidak terputuskan.
c.
Rantang kendali
Rentang
kendali merujuk pada jumlah orang yang secara langsung mempertanggung jawabkan
pekerjaannya sesuai dengan
tingkatan/hirarki organisasi dimana ia bekerja
d.
Sentarlisasi dan desentralisasi
a)
Sentralisasi, mengacu pada pengembilan keputusan yang terpusat pada
satu titik tertentu dalam organisai. Konsep tersebut hnaya mencakup wewenang
formal, yaitu hak-hak yang terkait dengan posisi pekerjaan.
b)
Desentralisasi, oragnisai yang tersentralisai lebih cepat untuk
memecahkan masalh, Karen lebih banyak pegawai yang memberikan masukan bagi keputusan orgabisasi.
e.
Formalitas
Formalitas
adalah derajat dimana organisasi menstandarkan perilaku melalui aturan,
prosedur, pelatihan, dan mekanisme lain yang terkait. Formalitas dapat
meningkatkan efesiensi dan pemenuhan, dapat juga menimbulkan masalah
f.
Departementalisasi
Merupakan
dasar yang dipakai dalam mengelompokan pekerjaan, yaitu menspesifikasi bagaimana
suatu pekerja dan aktivitasnya dikelompokan. Departementalisasi merupakan
strategi dasar untuk aktivitas koordinasi dalam organisasi karena departemen
talisasi mempengaruhi perilaku denagn cara:
a)
Depertementalisasi memunculkan rantai komando, yaitu system
supervise
b)
Depertementalisasi memfokuskan orang-orang pada mode mental atau
cara berfikir yang umum
c)
Depertementalisasi menciptakan koordinasi melalui komunikasi
informasi diantarasubunit dan pegawai
Ada macam-macam struktur organisasi:
1.
Struktur garis
Merupakan
struktur organisasi yang paling tua dan sederhana, dimana kekuasaan mengalir
secara vertical dan tingkat yang paling atas, melalui tingkat menengah dan
sampai pada tingkat bawah. Struktur ini mensyaratkan karyawan bertanggung jawab
secara langsung atas kinerja tugas yang diberikan oleh supervisor.
Kelebihan struktur garis, karyawan lebih
menyadari akan tugas dan tanggung jawab atas pekerjaan yang diembannya, karean
struktur ini sederhana dan mudah dimengerti. Struktur ini juga menjadikan
pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cepat karena ada halangan
birokrasi
Kekurangan
struktur garis, kurang fleksibelnya dalam menyediakan spesialisasi yang
dibutuhkan ketika perusahaab menjadi lebih luas dan lebih komleks[6]. Dibawah adalah struktur garis.
2.
Struktur garis dan staff
Struktur ini
hampir sama dengan struktur garis, hanya ada tamabahan dimensi aktivitas staff
ahli yang mendukung aktivitas struktur garis dengan menfasilitasi pencapaian
tujuan utama organisasi. Kelebihan struktur ini adalah manejer mempunyai waktu
lebih untuk melakukan aktivitas yang berperan langsung dalam pencapaian tujua
perusahan. Sementara klemahannya adalah konflik anatara karyawan posisi garis
dan staf sering terjadi
3.
Struktur fungsional
Struktur ini banyak ditemukan pada perusahaan/perguruan tinggi yang
mempunyai area spesialisasi sebagai dasar eksestensi sebuah departemen.
Kelebihan struktur ini yaitu keahlian
yang dimiliki seorang spesialis fungsional. Dan kelemahan struktur ini adalah
kebingungan ketika karyawan memiliki dua atau lebih supervaisor. Pada struktur
organisasi ini banayk ditemukan di perguruan tinggi seperti: rector memili
wakil rector dan di fakultas memiliki dekan , dan dekan memiliki bawahan wakil
dekan. Untuk bertanggung jawab langsung dekan kepada rector dan untuk
koordinasi oleh wakil rector 1 dengan dan wakil dekan.
4.
Struktur produk
Struktur ini digunakan jika perusahaan memutuskan untuk menggunakan
produk yang mereka hasilkan sebagai dasar penetapan atau pembuatan struktur
organisasi sebuah perusahaan. Kelebihan struktur ini adalah struktur memungkinkan beberapa divisi untuk
mengembangkan proses dan prosedur yang dianggap baik untuk mereka. Dan
kekurangnnya dengan kemungkinan tiap divisi untuk berjalan dengan caranya
masing-masing dibandingkan dengan struktur lainnya, hal ini dapat mengakibatkan
kegagalan beberapa divisi dalam mencapai tujuan perusahaan
5.
Struktur komite
Merupakan salah
satu jenis struktur perusahaan, struktur ini memberikan fungsi utama pad
kebanyakan perusahaan. Kelebihan struktur ini adalah rekomendasi yang di
berikan komite kadangkala diterima lebih baik daripada yang dibuat oleh
individu atau bawahan yang terdapat dalam wewenang garis. Kekurangannya adalah
, komite sering kali dikritik karena membutuhkan waktu yang lama untuk
berfungsi dengan baik.
6.
Struktur matriks
Merupakan struktur terbaru dari semua struktur organisai yang ada
dan paling sering digunakan oleh perusahaan yang melakukan proyek yang rumit.
Struktur ini mengintekritasikan hubungan vertical dan horizontal dengan unti
lain dalam sebuah proyek.
Kelebihan struktur ini, memungkin perusahaan memperkerjakana
karyawan dengan keahlian tertentu untuk mneyelesaikan suatu proyek yang rumit.
Kekurangannya karyawan mungkin memiliki dan supervaisor, manajerdari area
fungsional dan manajer proyek.
D. Prinsip Organisasi Kantor
Menurut
Neuner dan Keeling ada delapan, yaitu:[7]
1.
Prinsip tujuan
Tujuan
organisasi perkantoran atau kelompok fungsi dalam organisasi perkantoran mesti
dirumuskan dan dimengerti oleh setiap personalitas. Tujuan yang dimengerti akan
berubah menjadi motivasi untuk mencapainya.
2.
Prinsip kesatuan fungsi
Setiap
organisasi perkantoran terdirir atas sejumlah fungsi yang mesti bekerja sama
untuk mencapai tujuan utama organisasi perkantoran itu. Organisasi perkantoran
merupakan suatu sistem yang terdiri atas sejumlah fungsi yang saling
berhubungan dengan saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan.
3.
Prinsip hubungan individual
Organisasi
perkantoran yang efektif terbentuk oleh pribadi-pribadi yang mesti melaksanakan
pekerjaan. Organisasi perkantoran juga merupakan sebuah sistem, namun
individu-individu yang menyelesaikan pekerjaannya masing-masing.
4.
Prinsip kesederhanaan
Organisasi
perkantoran yang efektif bekerja berdasarkan atas kesederhanaan dan interelasi
yang jelas. Kesederhanaan memudahkan para pelaksana untuk memahaminya,
sedangkan interalisasi yang jelas mengurangi keraguan.
5.
Prinsip wewenang sepadan dengan tanggung jawabnya
Setiap
orang dalam organisasi perkantoran mesti diberi wewenang yang sesuai dengan
tugas tanggung jawabnya sehingga ia bertanggung jawabnya sehingga ia dapat
bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya tersebut.
6.
Prinsip laporan kepada pimpinan tunggal
Agar
tiap personalia mengetahui dengan jelas kepada siapa ia melapor, maka tiap
petugas dalam organisasi perkantoran tersebur harus menerima perintah dari dan
bertanggung jawab hanya kepada satu orang atasan/
7.
Prinsip kepengawasan dan kepemimpinan
Kepemimpinan
dan kepemimpinan dalam organisasi perkantoran efektif mesti ditegakkan sehingga
tujuan organisasi. Perkantoran itu dapat tercapai. Pengawasan yang efektif akan
mencegah perubahan arah dalam mencapai tujuan. Sementara itu, pengawasan yang
efektif pun merupakan proses belajar bagi organisasi di waktu yang akan datang.
8.
Prinsip Jangkauan pengawasan
Agar
pengawasan dan kepemimpinan dalam organisasi perkantoran efektif, jangkauan
pengawasan dibawah pengawasan langsung dari seorang manajer kantor atau seorang
pengawas dibatasi , semakin jauh pengawasan manajer kantor, maka semakin besar
kemungkinan menurutnya pertambahan kemampuan pengawasan.
E. Tugas dan Tanggung Jawab Personil Kantor
1)
Personil kantor
Personil kantor adalah orang-orang yang menjalankan pekerjaan
kantor disebut personel kantor. Sama seperti orang-orang lain dengan fungsi
lain di organisasi yang sama, personel kantor merupakan aparat organisasi,
yakni alat atau sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi. Kekhususan
personel kantor adalah bahwa ia mengelola informasi-informasi yang diperlukan
untuk berjalannya keseluruhan organisasi.
2)
Jenis dan besarnya suatu organisasi kantor
Jenis dan besarnya suatu organisasi sangat menentukan tugas dann
tanggung jawab personel kantor yang bersangkutan. Dalam sebuah organisasi
kecil, pekerjaan kantor diserahkan kepada satu sekretaris saja, sehingga
mengerjakan berbagai macam tugas mengetik surat, mengarsip surat, mencatat
pemasukan dan pengeluaran, membuat laporan, membayar gaji karyawan, menerima
tamu, dan sebagainya. Sebaliknya, dalam sebuah organisasi yang besar pekerjaan
kantor dibagi-bagi ke dalam unit-unit tersendiri dengan tim personel masing-masing
yang dimiliki tugas dan tanggung jawab berbeda-beda pula.[8]
a.
Kantor dengan penggunaan satuan kerja kantor skup kecil
·
Kepala kantor
Kepala kantor bertanggung jawab atas beresnya penyelenggaraan
seluruh pekerjaan kantor. Tugasnya antara lain mengatur mekanisme kerja dan
pembagian tugas di antara seluruh personel kantor, mengawasi kebenaran,
ketepatan dan kerapian kerja para personel, mengurus pemenuhan
perlengkapan-perlengkapan kantor sesuai kebutuhan, dan sebagainya.
·
Kepala arsip
Petugas
arsip bertanggung jawab atas pencatatan dan penyimpanan semua surat masuk dan
keluar.
·
Pembuat surat
Pembuat surat bertanggung jawab atas pembuatan konsep surat keluar.
·
Penerima tamu
Penerima tamu bertanggung jawab atas pelayanan terhadap tamu dan
menerima telpon.
·
Petugas keuangan
Petugas keuangan bertanggung jawab atas pengolaan kas dan pembukuan
secara cermat.
b.
Kantor dengan penggunaan satuan kerja kantor skup besar
Secara
umum, menurut mulyani ada beberapa tugas dan tanggung jawab personil kantor,
yaitu:
·
Direktur
Direktur
bertugas memantau dan bertanggung jawab terhadap kelancaran aktivitas kantor
secara keseluruhan, mengatur pembagian tugas pekerjaan personil, mengatur
mekanisme kerja dan perlengkapan kerja kantor sesuai kebutuhan.
·
Sekretatis
Sekretaris,
bertanggung jawab membuat agenda dan jadwal kegiatan kerja pimpinan, juga untuk
karyawan di bagian lainnya, serta membuat surat keluar.
·
Administrator
Administrator,
bertugas mengelola urusan rumah tangga kantor dan bertanggung jawab mencatat
dan menyimpan semua warkat atau surat keluar dari surat masuk serta urusan
kearsipaan dan kepegawaian pada umumnya.
·
Bagian keuangan
Bagian
keuangan, bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan, mengatur arus kas
keluar dan kas masuk.
·
Penerima tamu
Penerima
tamu, bertanggung jawab atas pelayanan terhadap tamu atau orang-orang yang
mempunyai kepentingan terhadap kantor, juga melayani telepon masuk dan telepon
keluar.
Personil
kantor yang terampil adalah personil yang dapat bekerja sesuai dengan standar
ukuran/ukuran yang telah ditentukan, artinya personil tersebut dapat bekerja
sesuai dengan mutu, jumlah, dan waktu yang telah ditetapkan.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Organisasi perkantoran adalah suatu kolektivitas yang ada di
lingkungan kantor, dimana aktivitas yang dilakukannya didesain secara sadar,
terkoordinasi serta diatur oleh para anggotanya dalam rangka mencapai tujuan
tertentu. Organisasi pekantoran adalah suatu rangka dasar yang menjadi tempat
orang-orang melangsungkan kegiatanny untuk menerima, menyimpan, mengolah dan
menyajikan informasi. Jadi, menurut kami Organisasi perkantoran adalah suatu
proses yang menjadi tempat orang-orang berinteraksi untuk mencapai tujuan
kantor.
Budaya
organisasi merupakan sistem nilai yang dikembangkan dan berlaku dalam suatu
organisasi, yang menjadikannya ciri khas sebagai sebuah organisasi. McShane dan
Von Glinow menyatakan bahwa budaya organisasi merupakan pola dasar dari nilai
dan asumsi organisasi yang mengarahkan pegawai dalam organisasi untuk berfikir
dan bertindak terhadap masalah dan kesempatan. Budaya organisasi memiliki
fungsi budaya organisasi kantor diantaranya, yaitu :
a)
Pengikat organisasi
b)
Integrator
c)
Identitas organisasi
d)
Energi
e)
Ciri kualitas
f)
Motivator
g)
Pedoman gaya kepemimpinan
h)
Meningkatkan nilai
Dalam suatu
system harus jelas pembagian kerja, tugas, kewajiban, tanggung jawab dan
wewenang setiap orangnya. Pembagian kerja dan penentuan tanggung jawab/
wewenang itu menciptakan struktur organisasi. Dalam tugas dan tanggung jawab personil
kantor adalah orang-orang yang menjalankan pekerjaan kantor disebut personel
kantor. Sama seperti orang-orang lain dengan fungsi lain di organisasi yang
sama, personel kantor merupakan aparat organisasi, yakni alat atau sumber daya
untuk mencapai tujuan organisasi. Kekhususan personel kantor adalah bahwa ia
mengelola informasi-informasi yang diperlukan untuk berjalannya keseluruhan
organisasi.
B.
SARAN
Penulis berharap makalah ini dapat digunakan dengan baik dan dapat
diambil manfaatnya dikemudian hari. Segala kesalahan dan kekurangan dalam
penyusunan makalah ini mohon untuk dimaklumi. Dan untuk perbaikan dan
penyempurnaan dimasa yang akan datang, kami mengharapkan saran dan kritiknya.
Atas perhatiannya penulis ucapkan terimakasih.
DAFTAR PUSTAKA
Firmansyah, A. (2018). Manajemen. Surabaya:
Deepublish.
Garnida, A. (2019). Manajemen Perkantoran.
Jakarta: Alfabeta.
M.Sukoco, B. (2007). Manajemen Administrasi
Perkantoran Modern. Surabaya: Erlangga.
Priansa, D. J. (2015). Manajemen Perkantoran
Efektif, Efisien dan Profesional. Jakarta: Alfabeta.
Rusdiana. (2014). Manajemen Perkantoran Modern.
Bandung: Insan Komunika.
Suparjati. (2000). Tata Usaha dan Kearsipan.
Yogyakarta: Kanisius.
[1] Anang
Firmansyah, Manajemen, (Surabaya:Deepublish),2018,hlm.48-49
[2] Donni Juni
Priansa, Manajemen Perkantoran efektif, efisien dan Profesional (Jakarta:Alfabeta)2015,hlm61
[3] Agus Garnida, Manajemen
Perkantoran, (Jakarta:Alfabeta)2019,hlm.77-79
[4] Donni dan
agus,manajemen perkantoran(bandung: alafabeta, 2019) h.65
[5]suparjati, tata
usaha dan kearsipan,(Yogyakarta: kanisius, 2000),h. 2
[6] Badri M. Sukoco, manajemen administrasi perkantoran modern(Surabaya:
erlangga,2007), h.18
Komentar
Posting Komentar