Komunikasi Efektif Untuk Keberhasilan Dalam Humas

Komunikasi Efektif Untuk Keberhasilan Dalam Humas
 (Kajian Pada Jurusan Manajemen Pendidikan Islam)
Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi Tugas Terstruktur Pada Mata Kuliah Manajemen Humas semester V
DOSEN PEMBIMBING
Irawati,M.Pd.I






DISUSUN OLEH
KELOMPOK 6

Asma Yulinda                        : 11713202566
Wulandari                              : 11713200679
Yusrizal                                  : 11810313555
Yuri El Hanif Azwanda       : 11810310637



MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU
2019 M/1440H


KATA PENGANTAR
Assalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh.
Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Manajemen Humas”.
Dalam penyusunannya, kami memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada: Kedua orang tua dan segenap keluarga besar penulis yang telah memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semogasemua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi.
Meskipun kami berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi.
Akhir kata, kami berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.
Wassalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh.

                                                                                                     Pekanbaru, 10 Novembar 2019


Penulis


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................            i
DAFTAR ISI.............................................................................................            ii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................            iii
A.. Latar Belakang................................................................................            1
B.. Rumusan Masalah...........................................................................            2
C.. Tujuan.............................................................................................            2
BAB  II PEMBAHASAN
A.    teori komunikasi..............................................................................            3
B.     Komunikasi Persuasive Dalam Konsep Hubungan Masyarakat.....            5
C.     Komunikasi Koersif Dalam Konsep Hubungan Masyarakat..........            9
D.    Komunikasi Paradigmatik Dalam Konsep Hubungan Masyarakat.            10
BAB III PENUTUP
A.. Kesimpulan.....................................................................................            15
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................            16







BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Manajemen hubungan sekolah dan masyarakat atau yang disebut juga dengan manajemen humas merupakan salah satu komponen penting dalam manajemen sekolah. Manajemen humas merupakan sebuah upaya yang dilakukan oleh sekolah untuk menciptakan hubungan antara sekolah dan masyarakat melalui suatu kegiatan komunikasi yang lebih terarah antara sekolah dengan masyarakat dan saling menguntungkan diantara kedua belah  pihak yang tujuan utamanya adalah meningkatkan mutu pendidikan.
Kegiatan humas merupakan kegiatan yang sangat penting dalam menunjang peningkatan mutu sekolah atau lembaga pendidikan, sehingga sekolah secara aktif dan terstruktur akan merencanakan usaha untuk melakukan pengkomunikasian kepada masyarakat internal maupun eksternal, guna sekolah mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Selain mendapat dukungan dari masyarakat, sekolah akan dengan mudah untuk menyamakan persepsi dari progam sekolah terhadap masyarakat, sehingga tidak akan terjadi perbedaan persepsi diantara sekolah dan masyarakat. Komunikasi merupakan komponen terpenting dalam kegiatan humas.
Komunikasi adalah merupakan kegiatan penyampaian pesan, maksud dan keinginan dari seseorang kepada orang lain yang bertujuan untuk memberitahu, menyampaikan maksud, dan mengubah cara pandang orang lain terhadap suatu hal. Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa komunikasi dalam humas sangat penting dilakukan agar maksud dan tujuan dari progam pendidikan yang direncanakan oleh pihak sekolah dapat diterima dengan baik oleh pihak masyarakat. Untuk menyamakan persepsi dan pandangan antara pihak sekolah dengan masyarakat, maka di dalam manajemen humas perlu adanya sebuah komunikasi efektif.
 Komunikasi efektif merupakan kegiatan penyampaian pesan yang pengaruh dan hasil dari kegiatan pengkomunikasian dapat tepat sasaran atau tepat pada tujuan dari kegiatan pengkomunikasian. Untuk komunikasi bisa efektif dan efesien dalam humas bisa menggunkan  komunikasi persuasi, koersif  dan paradigmatic.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa teori komunikasi?
2.      Bagaimana implementasi komunikasi persuasi dalam humas pendidikan?
3.      Bagaimana implementasi komunikasi koersif dalam humas pendidikan?
4.      Bagaimana implementasi komunikasi paradigmatik dalam humas pendidikan?

C.    Tujuan Masalah
1.      Untuk mengetahui apa teori komunikasi
2.      Untuk mengetahui bagaimana implementasi komunikasi persuasi dalam humas pendidikan
3.      Untuk mengetahui bagaimana implementasi komunikasi koersif dalam humas pendidikan
4.      Untuk mengetahui bagaimana implementasi komunikasi paradigmatik dalam humas pendidikan












BAB II
PEMBAHASAN
A.    Teori Komunikasi
1.      Penegertian Komunikasi
Komunikasi berasal dari Bahasa latin communication yang berarti ‘pemberitauan’ atau ‘pertukuran pikiran’. Pengertian komunikasi secara ringkas adalah penyampaian informasi, gagasan, pengetahuan pada pihak lain.[1]
Komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Komunikasi juga dapat diartikan sebagai proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari sesorang kepada orang lain.
Selain itu komunikasi juga diartikan sebagai proses penyampaian informasi atau pengiriman dari seseorang kepada orang lain[2]. Selain itu terdapat juga beberapa pengertian komunikasi menurut beberapa ahli, yaitu sebagai berikut:
1.      Komukasi adalah proses dimana seorang individual tau komunikator mengoperkan stimulant biasanya dengan lambang-lambang Bahasa (verbal atau nonverbal) untuk mengubah tingkah laku orang lain.(car I. hovland)
2.      Komunikasi adalah penyebaran informasi, ide-ide sebagai sikap atau emosi dari seseorang kepada orang lain terutama melalui simbol-simbol. (theodorson dan thedorson).
3.      Komunikasi adalah seni menyampaikan informasi, ide dan sikap seseorang kepada orang lain. (Edwin emery)
4.      Komunikasi adalah suatu proses interaksi mempunyai arti antara sesama manusia (delton e, mc farland)
5.      Komunikasi merupakan interaksi antarpribadi yang menggunakan sistem simbol linguistik, seperti system symbol verbal (kata-kata) dan nonverbal. System ini dapat disosisalisaikan secara langsung/tatap muka atau melalui media lain( Tulisa, oral, dan visual). ( karlfreid kanpp ).[3]
Jadi menurut kami, komunikasi adalah penyampain sebuah informasi, ide, ataupun gagasan kepada seseorang atau sekolompok orang dengan cara yang baik agar orang itu bisa mendapatkan pesan yang ingin di sampaikan.
2.      Unsur Pokok Dalam Komunikasi
Ada delapan unsur pokok didalam proses komunikasi, sebagai berikut:
1.      Pengirim/sumber adalah seorang yang mempunyai ide untuk mengadakan komunikasi.
2.      Encoding adalah menerjemahkan informasi menjadi serangkaian simbol untuk komunikasi.
3.      Masseg (pesan) adalah informasi yang sudah dikirim oleh pengirim kepada penerima.
4.      Channel (saluran) adalah media komunikasi formal antara seorang pengirim dan penerima.
5.      Receiver (penerima) adalah individu yang menanggapi pesan dari pengirim.
6.      Decoding (pengartian) adalah interprestasi suatu pesan menjadi informasi yang berarti.
7.      Noice (gangguan) adalah faktor yang menimbulkan gangguan, kebingungan terhasap komunikasi.
8.      Umpan balik adalah balikan darinproses komunikasi sebagai suatu reaksi terhadap informasi yang disampaikan oleh pengirim.
3.      Fungsi Komunikasi
Adapun menurut Scott dan Mitchell, komunikasi memiliki empat fungsi penting, yaitu sebagai berikut:
1.      Fungsi control, dalam  komunikasi formal dapat dilakukan untuk mengontrol karyawan dengan menanyakan ulang deskripsi pekerjaannya kepada siapa melaporkan hasil pekerjaannya dan hal-hal lain yang membutuhkan komunikasi dengan atasan mereka. Komunikasi informal juga dapat mengontrol perilaku karyawan misalnya jika salah satu karyawan bekerja terlalu lambat teman yang lain akan mengomunikasikan ketidakpuasan mereka dengan menjauhi atau pun mengejek bahwa yang bersangkutan sangat lambat.
2.      Fungsi motivasi fungsi ini biasanya dilakukan melalui pemberian feedback kepada bawahan mengenai apa yang telah mereka lakukan sebaik apa mereka mengerjakannya dan apa yang sebaiknya dilakukan untuk meningkatkan kinerja di masa depan.
3.      Fungsi emosi pada dasarnya salah satu tujuan bekerja dalam melakukan interaksi sosial Salah satu bentuk interaksi sosial tersebut adalah komunikasi(formal maupun nonformal) dimana masing-masing anggota organisasi dapat mengekspresikan emosi yang negatif misalnya prestasi yang tidak puas dengan pekerja yang dikerjakannya selama ini kepada teman sekerja.
4.      Fungsi informasi fungsi ini berhubungan dengan memperlancar pengambilan keputusan yang dapat dilakukan oleh pihak manajemen dengan mentransfer data dan alternatif pilihan yang ada individu atau organisasi akan dengan mudah mengambil keputusan.
Dari keempat fungsi tersebut tidak ada fungsi yang lebih penting dari yang lain. Setiap proses komunikasi yang terjadi di dalam organisasi akan melibatkan lebih dari satu fungsi yang ada. Misalnya agar staf bagian administrasi keuangan dapat bekerja secara efektif dan efisien, supervisor sebaiknya menggunakan komunikasi yang dapat mengontrol, memotivasi dan memberikan informasi kepada mereka.
B.     Komunikasi Persuasive Dalam Konsep Hubungan Masyarakat
1.      Pengertian komunikasi persuasif
Komunikasi adalah proses penyampaian atau penerimaan pesan dari satu orang kepada orang lain, baik langsung maupuan tidak langsung, secara teertulis, lisan maupun bahasa nonverbal.[4]Kata persuasi (persuasion) bersumber dari perkataan latin persuasion. Dengan kata kerjanya adalah persuadere yang berarti membujuk, mengajak atau merayu. Menurut sastroputro mendefenisikan persuasi sebagai komunikasi social dalam penerpannya menggunakan teknik atau cara tertentu, sehingga dapat menyebabkan orang bersedia melukan sesuatu dengan senang hati, dengan  suka rela dan tanpa merasa dipaksa oleh siapapun.[5]
komunikasi persuasive adalah bentuk komunkasi yang mempunyai tujuan khusus dan terarah untuk mengubah perilaku komunikan sebagai sasaran komunikasi[6]. Jadi menurut kami komunikasi persuasive adalah suatu penyampain sebuah informasi baik secara lisan tulisan maupun nonverbal dengan mengajak atau merayu agar orang bersedia melakukan sesuatu. seorang public relations officer sangat diperlukan untuk memiliki keahlian dan kemampuan untuk mengimplementasikan teori dan konsep serta metode komunikasi persuasif dalam menjalankan tugas-tugasnya.

2.      Fungsi komunikasi persuasive
Menurut malik dan iriantara ada tiga fungsi komunikasi persuasive:[7]
a.       Control fuction (pengawasan) yaitu, pengawasan persuasive untuk mengkontruksi pesan dan membangun citra diri agar dapat mempengaruhi orang lain. Melalui komunikasi persuasi kita bisa memanfaatkan untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan organisasi atau masyarakat.
b.      Consumer protection ( perlindungan konsumen ) yaitu, salah satu fungsi komunikasi persuasive melalui pengkajian komunikasi persuasive yang akan membuat kita lebih cermat dalam menyaring pesan-pesan persuasive yang banyak “berkelian” disekitar kita.
c.       Knowledge function (ilmu pengetahuan) yaitu, dengan mempelajari komunikasi persuasive, kita akan memperoleh wawasan dalam masyarakat dan dinamika psikologi persuasive.
Bertolak dari ketiga fungsi komunikasi persuasive tersebut, simon menjelaskan bahwa kemampuan menyaring pesan persuasive membutuhkan ketekunan dalam mempelajari teknik persuasive yang dilakukan orang lain dalam membujuk kita. Kemampuan dalam komunikasi persuasi membutuhkan antisipasi terhadap kecenderungan-kecenderungan reaksu audiensi. Di perlukan pula pengertian dan pemahaman tentang sifat dasr proses persuasi yang terjadi di masyarakat.[8] Penggunaan komunikasi persuasive
3.      Penggunaan komunikasi persuasi
Komunikasi persuasive digunakan sudah lama, sejak zaman yunani kuno. Pada saat itu persuasi digunakan untuk mengadukan masalah yang dihadapi masyrakat di pengadilan. Pada saat ini, penggunaan persuasive sudah meluas berbagai aspek kehidupan. Komunikasi persuasi dimanfaatkan untuk pemasaran, periklanan, promosi penjualan, lobi, hubungan dengan pers dll.
Komunikasi dapat dilakukan baik secara rasional maupun emosional. Dengan cara cara rasional, komponen kognitif pada diri seorang dapat dipengaruhi. Aspek yang dipengaruhi berupa ide ataupun konsep, sehingga pada orang tadi terbentuk keyakinan. Bisa dilihat dari skema dibawah ini:

Persuasi yang dilakukan secara emosional, biasanya menyentuh aspek afeksi, yaitu hal yang berkaitan dengan kehidupan emosioan seorang. Melalui aspek simpati dan empati seorang digugah. Sehingga  muncul proses senang pada diri orang yang di persuasi. Dapat dilihat dari skema dibawah ini:


ketercapaian komunikasi persuasif yang dilakukan oleh public relations officer yakni adanya kedasaran dari audiens untuk mengubah sikap, pendapat dan perilakunya dengan ditunjang adanya keselasaran antara penggunaan komunikasi secara verbal maupun non verbal
4.      Hambatan dan strategi komunikasi persuasi[9]
a.       Hambatan komunikasi persuasi
Menururut abdurrachman ada empat faktor yang menghambat berjalnnya komunikasi persuasi:
1)      Faktor motivasi. Sudah dikemukakan bagaimana motivasi seseorang atau sesuatu  kelompok dapat mempengaruhi opini.
2)      Faktor prasangka. Bila seseorang sudah dihinggapi dan perasaan prasangka terhadap sesuatu, misalnya golongan, suku ras dan sebagainnya orang itu dalam penilainnya terhadap hal tersebut tidak lagi objektif.
3)      Faktor sematic. Kata-kata yang mempunyai arti tidak sama dengan komunikator dan komunikasi atau ejean yang berbeda, tapi bunyinya hampir sam, dapat menimbulkan salah pengertian dan sangat mengganggu.
4)      Noise factor, yaitu gangguan yang disebabkan oleh suara . ini dapat terjadi dengan disengaja dan tidak disengaja.\
b.      Strategi komunikasi persuasi
Melvin L.De Fleur dan Sandra J. Ball Roceeach memberikan beberapa strategi komunikasi persuasi, yaitu:
1)      Strategi psikodinamika.
Strategi ini memusatkan pada faktor emosional dan faktor kognitis dengan pesan persuasi. Dalam hal ini menggunakan pesan persuasiuntuk pernyataan emosional, selain itu dapat pula menghubungkan pembangkit emosioanal dengan bentuk-bentuk perilaku tertetu.
2)      Strategi sosiokultural.
Asumsi pokok dari strategi persuasi sosiokultural adalah bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh kekuatan luar diri individu, norma-norma, kepntingan peran, serta system control social. Esensi strategi ini adalah consensus bersama
3)      Strategi the meaning construction.
Tahapan pemaknaan adalah hubungan antara pengetahuan dan perilaku dapat dicapai sejauh apa yang diingat dan asumsi dasar strategi ini adalah bahwa pengetahuan dapat membentuk perilaku.

C.    Komunikasi Koersif Dalam Konsep Hubungan Masyarakat
Komunikasi yang memakai metode koersif, dapat di maknai sebagi metode menekan atau memaksa dan instruksi. Metode ini menerangkan bahwa untuk mempersuasif seseorang atau sekelompok orang agar mereka berubah sikap, maka komunikasi/persuader akan mengirimkan pesan secara menekan,memaksa, atau memberi instruksi bahkan dengan taktik “cuci otak” sekalipun. Perilaku Koersif ini, sehingga orang yang mempunyai kekuasaan dengan leluasa mengontrol orang yang berada di bawah kekuasaannya[10]
Secara teoretis sekurang-kurangnya ada empat prinsip dasar dari perspektif interaksionis terhadap tindakan koersif itu, yakni:
1.      Tafsir bahwa perilaku dan tindakan agresi merupakan perilaku instrumental, artinya tindakan tersebut dilakukan seseorang , misalnya penguasa, sebagai alat untuk mencapai tujuan tertentu.
2.      Agresi adalah konsekuensi normal dari konflik yang terjadi dalam hubungan antarmanusia.
3.      Situasi dan kondisi hubang atau relasiantarpersonal ternyata dapat ikut memicu perilaku agresif.
Nilai-nilai dan kepercayaan seseorang dalam proses pengambilan keputusan merupakan kunci untuk tiba pada setiap alternatif pengunaan tindakan agresi, meskipun patut di catat bahwa agresi hanya merupakan salah satu bentuk pemaksaan. Contoh pengunaan komunikasi koersif:
Dalam upaya melakukan penertiban gelandangan, maka Dinas Kesejahteraan Sosial menerapkan strategi komunikasi dengan teknik komunikasi koersif. Komunikasi yang berlangsung mengandung unsur perintah, ancaman, maupun sanksi yang secara paksa harus dipatuhi oleh para gelandangan. Tidak hanya gelandangan, tetapi juga berlaku bagi para pengemis yang bertujuan untuk mengurangi jumlah gelandangan dan pengemis di jalanan.
Kondisi ini disebabkan karena pemikiran para gelandang dan pengemis yang sudah yakin maupun puas dengan jalan hidupnya, serta sulit untuk diatur. Oleh sebab itu, komunikasi secara paksa perlu di lakukan untuk mengubah jalan pemikiran mereka.
D.    Komunikasi Paradigmatik Dalam Konsep Hubungan Masyarakat
Dalam sebuah komunikasi yang digunakan dalam humas adanya komunikasi dapat di artikan seacara Paradigmatik,  berarti pola yang meliputi sejumlah komponen yang berkorelasi satu sama lain secara fungsional untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Jadi, komunikasi paradigmatik adalah komunikasi yang berlangsung menurut suatu pola dan mempunyai tujuan tertentu. Contoh: ceramah, kuliah, dakwah, negosiasi, diplomasi, pemberitaan surat kabar dan majalah, penyiaran radio dan televisi, film, dll.[11]
1.      Pengertian dan sendi-sendi komunikasi
Komunikasi manusia (human communication) adalah komunikasi antara seseorang dengan orang lain, antar manusia. Perkataan komunikasi berasal dari bahasa latin communication, yang menurut kamus Latin-Indonesia karya Drs. K. Prent C.M. Drs. J. Adisubrata, dan W.J.S. Poerwadarminta, berarti “pemberitahuan”. Perkataan communication tersebut bersumber pada kata communis yang berarti “sama”. Yang dimaksudkan dengan “sama” disini adalah “sama arti” atau “sama makna”[12]
Gerald A. Miller dalam karyanya, berjudul “On Defining Communication: Another Stab. Komunikasi mengandung situasi keperilakuan sebagai minat sentral, di mana seseorang sebagai sumber menyampaikan suatu kesan kepada seseorang atau sejumlah penerima yang secara sadar bertujuan mempengaruhi perilakunya.[13]
Menurut R. Wayne Pace, Brent D Peterson, dan M. Dallas Burnett dalam bukunya, Techniques for effective Communication, yang menyatakan bahwa tujuan sentral dari komunikasi meliputi tiga hal utama, yakni
a.       Memastikan pemahaman
b.      Membina penerimaan
c.       Motivasi kegiatan
Tujuh sendi atau pilar strategi komunikasi:
a)      Adaptasi Proses Komunikasi
b)      Pikiran
c)      Penguasaan bahasa
d)     Kejelasan
e)      Daya persuasi
f)       Kelengkapan
g)      Itikad baik
1)      Komunikasi melalui media massa
Media massa adalah sarana untuk menyalurkan pesan oleh seseorang atau sekelompk orang kepada sejumlah orang banyak yang terpncar-pencar.Komunikasi melalui media massa sering di sederhanakan menjadi komunikasi massa(mass komunication)saja. Tegasnya,komunikasi massa dalam ilmu kounikasi berarti komunikasi melalui media massa.
Berikut ini ada beberapa ciri-ciri rangkuman dari berbagai pandangan para ahli komunikasi[14] :
a)      Proses komunikasi massa berlangsung satu arah (one way traffic communication)
b)      Komunikator pada komunikasi massa bersifat melembaga (institutional ized organized)
c)      Pesan pada komunikasi massa bersifat umum (public)
d)     Media pada komunikasi mssa menimbullkan keserempakan (simultaneity)
e)      Komunikasi pada komunikasi massa bersifat heterogen (heterogeneous)
Bagi para kahumas,memahami ciri-ciri komunikasi massa sebagaimana diutarakan diatas amat penting karna akan menjadi sarana untuk mencapai publik,terutama publik ekstern.
a.       Ciri proses
Ciri yang pertama,yang menunjukan bahwa komunikasi massa berlangsung satu arah,menimbulkan konsekuensi bahwa kahumas yang menggunakan suatu media massa tidak akan mengetahui tanggapan publik terhadap suatu pesan yang di sampaikan kepadanya.
b.      Ciri komunikator
Ciri yang kedua dari komunikasi massa ialah komunikatornya melembaga,dalam arti kata bahwa siapapun yang menjadi komunikator tidak mempunyai kebebasan karena pesan-pesan yang di sebarkan oleh media massa menyangkut nama baik,bahkan kelangsunagn hidup media yang bersangkutan.
c.       Ciri pesan
Pesan yang disiarkan media massa bersifat umum,yang berarti bahwa setiap pesan,apakah yang di sebarkan oleh para komunikator dari media massa yang bersangkutan atau dari masyarakat termasuk kahumas harus menyangkut kepentingan umum.
d.      Ciri media massa
Ciri berikutnya dari komunikasi massa adalah keserempakan yang ditimbulkan oleh media.yang di maksud dengan keserempakan adalah kebersamaan pada saat yang sama di antara komunikan yang begitu banyak jumlahnya ketika mengikuti suatu pesan yang disiarkan oleh media massa.karna itu yang di nilai sebagai media massa oleh para ahli komunikasi umumnya adalah surat kabar,radio,televisi,film.
e.       Ciri komunikan
Komunikasi massa adalah heterogenitas komunikan yang dituju. Para pembaca surat kabar yang begitu banyak,berbeda dalam usia,jenis kelamin,status sosial,agama dan pandangan hidup. Oleh karena itu,para komunikator media massa biasanya membagi khalayak yang heterogen itu menjadi dua kategori,yakni yang dinamakan target audience atau khalayak sasaran,dan target group atau kelompk sasaran.
Yang dimaksud dengan khalayak sasaran adalah semua orang yang diterpa media massa,sedangkan kelompok sasaran adalahkelompok-kelompok menurut penggolongan tertentu,misalnya kelompok usia meliputi kelompok anak-anak,kelompok remaj dan kelompok dewasa.
2)      Komunikasi melalui media nirmassa
Media nirmassa pada umumnya diklasifikasikan berdasarkan sasaran yang dituju,apakah hanya satu orang atau banyak orang.
a.       Media individual
b.      Yang dimaksud dengan media individual adalah media nirmassa yang dipergunakan untuk komunikasi point to point atau dari titik ke titik, maksudnya antara kominikasi seseorang dengan seseorang lainnya.contoh: surat,telepon,telegram dll.
Yang perlu dicam kan para kahumas ialah :
1.      Komunikasi horizontal, adalah komunikasi antara seseorang dengan seseorang lainnya yang sama kedudukannya misalny: antara biro yang satu dengan biro yang lainnya,sama-sama kepal bagian,dan sama-sama kepala seksi.
2.      Komunikasi vertical,Yakni komunikasi yang dilakukan oleh pegawai bawahan maupun atasan. Situasi komunikasi seperti ini baik melalui telepon maupun surat,bersifat resmi dan sungguh-sungguh.
3.      Komunikasi diagonal, sering juga disebut komunikasi silang adalah komunikasi yang berlangsung antara seseorang dengan seseorang lainnya dalam kedudukan yang berbeda,dalam artinya yang satu lebih tinggi dari pada yang lainnya. Misalnya percakapan antara kepala seksi dari suatu biro dengan kepala bagian dari biro lain.
3)       Media umum
Yang dimaksud dengan media umum adalah sarana komunikasi yang dipergunakan oleh humas untuk menyampaikan berbagai pesan kepada piblik, baik publik intern maupun ekstern, dalam jumlahnya yang relatif banyak. Contoh media umum adalah papan pengumuman penerbitan organisasi, poster, spanduk, folder, pameran dan pergelaran.
Istilah media umum sebagai sarana untuk kegiatan publikasi,yang dipergunakan untuk membedakannya dari media massa yang telah diurai kan dimuka.

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Komunikasi juga dapat diartikan sebagai proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari sesorang kepada orang lain. Komunikasi memiliki beberapa fungsi yaitu: fungsi control, fungsi motivasi, fungsi emosi, fungsi informasi. Di dalam komunikasi yang digunakan dalam humas ada beberapa cara atau komunikasi yang digunakan yaitu:komunikasi persuasi, komunikasikoersif, dan komunikasi paradigmatic.
 komunikasi persuasive adalah suatu penyampain sebuah informasi baik secara lisan tulisan maupun nonverbal dengan mengajak atau merayu agar orang bersedia melakukan sesuatu, sedangkan komunikasi yang memakai metode koersif, dapat di maknai sebagi metode menekan atau memaksa dan instruksi, komunikasi Paradigma berarti pola yang meliputi sejumlah komponen yang berkorelasi satu sama lain secara fungsional untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Jadi, komunikasi paradigmatik adalah komunikasi yang berlangsung menurut suatu pola dan mempunyai tujuan tertentu.






DAFTAR PUSTAKA
                                                                                                         
Alo liliweri,(2011), komunikasi:serba ada srba makna,Jakarta: kencana
Atep adya barata(2010), dasar-dasar pelayanan prima  Jakarta : PT Alex Media Komputindo
AndiPate, Anwar Arifin. 2015. Paradigma Baru Public Relations Teori, Strategi, dan Riset. Jakarta :kencana
Binti Ida Umaya, ‘No Titleالابتزاز الإلكتروني.. جرائم تتغذى على طفرة «التواصل ال’, Universitas Nusantara PGRI Kediri, vol. 01, 2017, pp. 1–7, http://www.albayan.ae.
brata, a. a. (2010). dasar-dasar pelayanan prima. jakarta: PT. alex media komputindo.
Effendy, Onong Uchjana. 2006. Hubungan Masyarakat. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Husaini Usman(2014),Manajemen,Jakarta:Bumi Aksara,
Komunikasi, A., yang berarti pemberitahuan. Kata, pp. 1–5.
Latifah karomah, ‘Strategi Komunikasi Persuasif Pekerja Sosial Dalam Pembinaan Remaja Putus Sekolah Di Panti Sosial Bina Remaja (Psbr) Rumbai’, jom FISIP, vol. 3, no. 2, 2016, pp. 1–15.
Mukarom, Zainal dan Mahibudin Wijaya Laksana. 2015. Manajemen Public Relations: Panduan Efektif Pengelolaan Hubungan Masyarakat. Bandung: CV Pustaka Setia.
Soemirat, Soleh, ‘Falsafah dan Konsep-konsep Dasar Komunikasi Persuasif’, Komunikasi Persuasif, 2014, pp. 1–41, http://repository.ut.ac.id/4495/1/SKOM4326-M1.pdf%0Ahttp://www.pustaka.ut.ac.id/lib/2016/08/08/skom4326-komunikasi-persuasif/#tab-id-3.
vietthzal rivai, d. (2010). kepemimpinan dan perilaku organisasi. jakarta: PT. raja grafindo persada.


[1]Atep adya barata, dasar-dasar pelayanan prima ( Jakarta : PT Alex Media Komputindo, 2010) hlm.54
[2]Viethzal Rivai, Dkk, Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada 2010), hlm: 336.
[3] Ibid, hlm.6

[4] Husaini Usman,Manajemen.(Jakarta:Bumi Aksara,2014),hlm.470
[5] Binti Ida Umaya, ‘No Titleالابتزاز الإلكتروني.. جرائم تتغذى على طفرة «التواصل ال’, Universitas Nusantara PGRI Kediri, vol. 01 (2017), pp. 1–7, http://www.albayan.ae.
[6] Soleh Soemirat, ‘Falsafah dan Konsep-konsep Dasar Komunikasi Persuasif’, Komunikasi Persuasif (2014), pp. 1–41, http://repository.ut.ac.id/4495/1/SKOM4326-M1.pdf%0Ahttp://www.pustaka.ut.ac.id/lib/2016/08/08/skom4326-komunikasi-persuasif/#tab-id-3.
[7] Latifah karomah, ‘Strategi Komunikasi Persuasif Pekerja Sosial Dalam Pembinaan Remaja Putus Sekolah Di Panti Sosial Bina Remaja (Psbr) Rumbai’, jom FISIP, vol. 3, no. 2 (2016), pp. 1–15.
[8] Op.Cit., Soemirat, ‘Falsafah dan Konsep-konsep Dasar Komunikasi Persuasif’.
[9]Op.Cit., Latifah karomah, ‘Strategi Komunikasi Persuasif Pekerja Sosial Dalam Pembinaan Remaja Putus Sekolah Di Panti Sosial Bina Remaja (Psbr) Rumbai’.
[10] Alo liliweri, komunikasi:serba ada srba makna(Jakarta: kencana,2011),hlm. 300
[11] A. Komunikasi, yang berarti pemberitahuan. Kata, pp. 1–5.
[12] AndiPate, Anwar Arifin.. Paradigma Baru Public Relations Teori, Strategi, dan Riset,Jakarta:kencana,2015). hlm12
[13] Effendy, Onong Uchjana.. Hubungan Masyarakat. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya., 2006),hlm 52
[14] Mukarom, Zainal dan Mahibudin Wijaya Laksana.. Manajemen Public Relations: Panduan Efektif Pengelolaan Hubungan Masyarakat. (Bandung: CV Pustaka Setia, 2015). hlm10

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISA PENGARUH KOMPETENSI MANAJER PROYEK TERHADAP KETEPATAN BIAYA, MUTU DAN WAKTU

JUDUL : Mahasiswa KKN-DR PLUS UIN SUSKA RIAU melakukan penyemprotan disenfektan di semua masjid nagari parit malintang

Organisasi Kurikulum