Manajemen Peserta Didik


Manajemen Peserta Didik
(Kajian Pada Jurusan Manajemen Pendidikan Islam)
Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi Tugas Terstruktur Pada Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen semester V

DOSEN PEMBIMBING
Drs. Syafarudin, M.Pd
           







DISUSUN OLEH
KELOMPOK 3
      Anang Budiman        : 11713102723
        Nur Aisyah                   : 11713200766                    
Wulandari                   : 11713200679

MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU
2019 M/1440H




KATA PENGANTAR
Assalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh.
Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Manajemen peserta didik”.
Dalam penyusunannya, kami memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada: Kedua orang tua dan segenap keluarga besar penulis yang telah memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semogasemua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi.
Meskipun kami berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi.
Akhir kata, kami berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.
Wassalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh.

                                                                                                          Pekanbaru, 19 oktober 2019


Penulis



DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................            i
DAFTAR ISI.............................................................................................            ii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................            iii
A.. Latar Belakang................................................................................            iii
B.. Rumusan Masalah...........................................................................            iii
C.. Tujuan.............................................................................................            iii
BAB  II PEMBAHASAN
A.. Pengertian manajemen peserta didik..............................................            1
B.. Tujuan,fungsi dan prinsip manajemen peserta didik.......................            3
C.. Strategi dasar manajemen peserta didik.........................................            3
BAB III PENUTUP
A.. Kesimpulan.....................................................................................            13
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................            14












BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pendidikan merupakan faktor penting yang sangat menentukan kehidupan manusia karena pendidikan merupakan proses pemberdayaan peserta didik sebagai subyek sekaligus obyek dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Keberhasilan dalam mengelola pendidikan memberikan dampak peningkatan kualitas hidup baik secara pribadi mupun masyarakat. Sebaliknya, kegagalan dalam mengelola pendidikan akan mengakibatkan krisis yang terjadi pada ummat manusia. Sebuah peradaban yang maju dan berkualitas sangat bergantung pada pendidikan yang dilakukan.
Manajemen peserta didik adalah suatu pengaturan terhadap peserta didik di sekolah, sejak peserta didik masuk sampai dengan peserta didik lulus, bahkan jadi alumni. Bidang kajian manajemen peserta didik, sebenarnya meliputi pengaturan aktivitas-aktivitas peserta didik sejak yang bersangkutan masuk ke sekolah hingga yang bersangkutan lulus, baik yang berkenaan dengan peserta didik secara langsung maupun secara tidak langsung kepada tenaga kependidikan, sumber-sumber tenaga pendidikan, dan sarana prasarana. Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian kegiatan anggota organisasi dan proses penggunaan sumber daya organisasi lainnya untuk mencapai tujuan organisasi.
Tujuan pendidikan tidak hanya untuk mengembangkan pengetahuan anak tetapi juga kepribadian serta aspek sosial emosional, disamping keterampilan-keterampilan lain. Sekolah tidak hanya bertanggungjawab memberikan berbagai ilmu pengetahuan tetapi memberikan bimbingan dan bantuan terhadap anak-anak yang bermasalah serta memberdayakan para peserta didik sehingga dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan potensi masing-masing sesuai dengan tujuan pendidikan.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa Pengertian Manajemen Peserta Didik?
2.      Apa Tujuan, Fungsi Dan Prinsip Manajemen Peserta Didik?
3.      Bagaimana Srategi Dasar Manajemen Peserta Didik ?



C.    Tujuan Masalah
1.      Untuk Mengetahui Apa Pengertian Manajemen Peserta Didik
2.      Untuk Mengetahui Apa Tujuan, Fungsi Dan Prinsip Manajemen Peserta Didik
3.      Untuk Mengetahui Bagaimana Srategi Dasar Manajemen Peserta Didik








BAB II
PEMBAHASAN
    2.1. Pengertian Manajemen Peserta Didik
A.    Pengertian Manajemen
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian kegiatan anggota organisasi dan proses penggunaan sumber daya organisasi lainnya untuk mencapai tujuan organisasi[1]. manajemen menurut r. terry adalah suatu proses tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengontrolan yang dilakukan dalam menentukan serta mencapai target yang sudah di tetapkan lewat pemanfaatan sumberdaya manusia dan lainnya. menurut horold koont manajemen adalah suatu usaha untuk mencapai tujuan lewat orang lain[2].
jadi menurut kami, manajemen adalah suatu ilmu yang di selaraskan dengan seni untuk mengatur kegiatan maupun organisasi dengan menggunakan semua sumberdaya yang ada dalam organisasi tersebut dengan berlandaskan POAC untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
B.     Pengertian Peserta Didik
Menurut Permendiknas No. 20 Tahun 2003 pengertian peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan tertentu. sedangkan menurut Abuddin Nata, peserta didik adalah orang yang tengah memerlukan pengetahuan atau ilmu, bimbingan dan pengarahan, peserta sangat membutuhkan pengetahuan karena dalam kehiudpan setiap orang memerlukan pengetahuan, pengalamandan kepribadian yang baik untuk bekal hidupnya.sedangkan pengertian peserta didik menurut islam adalah individu yang sedang tumbuh dan berkembang, baik secara fisik, psikologis, sosial maupun religius dalam mengarungi kehidupan di dunia dan akhirat[3].
Menurut kami, peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan kemampuan dan skill nya melalui pengajaran yang diberikan oleh guru di tempat ia belajar, peserta didik diberikan pengetahuan agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik baik secara fisik, psikologis, sosial maupun religius agar dapat hidup produktif di masyarakat.
C.    Pengertian Manajemen Peserta Didik
Manajemen peserta didik adalah suatu pengaturan terhadap peserta didik di sekolah, sejak peserta didik masuk sampai dengan peserta didik lulus, bahkan jadi alumni. Bidang kajian manajemen peserta didik, sebenarnya meliputi pengaturan aktivitas-aktivitas peserta didik sejak yang bersangkutan masuk ke sekolah hingga yang bersangkutan lulus, baik yang berkenaan dengan peserta didik secara langsung maupun secara tidak langsung kepada tenaga kependidikan, sumber-sumber tenaga pendidikan, dan sarana prasarana. Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian kegiatan anggota organisasi dan proses penggunaan sumber daya organisasi lainnya untuk mencapai tujuan organisasi[4]
Manajemen peserta didik menurut beberapa ahli :
1.      manajemen menurut r. terry adalah suatu proses tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengontrolan yang dilakukan dalam menentukan serta mencapai target yang sudah di tetapkan lewat pemanfaatan sumberdaya manusia dan lainnya. menurut horold koont manajemen adalah suatu usaha untuk mencapai tujuan lewat orang lain[5]
2.      suryosubroto manajemen peserta didik adalah pekerjan-pekerjaan atau kegiatan pencatatan murid, semenjak dari proses penerimaan sampai saat murid meninggalkan sekolah/madrasah
3.      badrudin manajemen peserta didik merupakan penataan dan pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik sejak peserta didik masuk sekolah sampai keluar dari sekolah sehingga membantu kelancaran pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan.
Menurut kami manajemen peserta didik adalah sebuah layanan yang digunakan untuk mengatur peserta didik mulai dari masuk hingga lulus sekolah, pengaturan disini maksudnya mulai dari membuat jadwal orientasi peserta didik, pengolahan data peserta didik dan sebagainya. manajemen peserta didik juga pengaturan yang berkaitan dengan penataan kegiatan peserta didik tersebut.

    2.2. Tujuan, Fungsi Dan Prinsip Manajemen Peserta Didik
Tujuan manajemen peserta didik adalah mengatur segala bentuk aktivitas aktivitas peserta didik agar aktivitas-aktivitas tersebut menopang atau (menunjang) proses pembelajaran di lembaga pendidikan (sekolah), lebih lanjut,  proses pembelajaran tersebut dapat berjalan lancer, tertib dan teratur sehingga dapat memberikan kontribusi sumbangan bagi pencapaian tujuan pendidikan tersebut
Sedangkan fungsi manajemen peserta didik ialah sebagai sarana atau (wahana) bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi diri seoptimal mungkin, baik yang berkenaan dengan sisi-sisi individualitas, siklus social, aspirasi, kebutuhan, dan Sisi potensi peserta didik lainnya .agar tujuan dan fungsi lembaga pendidikan bisa tercapai perlu adanya prinsip-prinsip tersebut sebagai berikut:
1.      Dalam pengembangan program manajemen peserta didik penyelenggara harus mengacu pada peraturan yang berlaku.
2.      Segala bentuk kegiatan manajemen peserta didik haruslah mengembangkan visi dan misi pendidikan dalam rangka mendidik peserta didik.
3.      Segala bentuk aktivitas manajemen peserta didik haruslah diupayakan untuk mempersatukan peserta yang mempunyai keragaman latar belakang dan punya banyak perbedaan.

    2.3.  Srategi Dasar Manajemen Peserta Didik
Dalam konteks ini, para pendidik tenaga sekolah seperti kepala  sekolah dan setiap guru ikut terlibat dalam kegiatan menajemen peserta didik sesuai lembaga mereka mengabdi. Keterlibatan mereka berdeda-beda sesuai dengan tingkat peran dan tugasnya serta tingkat keterampilan yang mereka miliki. Stategi pembangunan pendidikan harus didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan profesional guna memenuhi persyaratan kualitas serta pendidikan yang berperan penting meningkatkan keterampilan dan kemampuan peserta didik. Hal ini didukung oleh karakter sumber daya manusia dan modernisasi yang memandang bahwa melalui pendidikan masyarakat dapat meningkatkan produktivitas yang dapat menopang ekonomi dengan  industry modern sebagi  tujuan strategi pembangunan pendidikan.
Terdapat beberapa hal dalam strategi dasar manajemen peserta didik diantaranya:
A.    Penerimaan Siswa Baru
Sebelum melangka pada penerimaan siswa baru atau peserta didik, kita harus mengetahui perencanaan kesiswaan yang meliputi hal-hal berikut:
1.      Sensus sekolah
Sensus sekolah adalah pencatatan usia anak-anak sekolah yang diperkirakan akan memasuki sekolah. Dengan demikian sensus sekolah untuk Sekolah Dasar adalah anak-anak yang akan masuk  sekolah dasar. Sedangkan sensus untuk sekolah tingkat atas adalah anak-anak yang masuk sekolah tingkat atas.
2.      Penentuan jumlah siswa yang diterima
Berapa jumlah siswa yang diterima dalam suatu sekolah sangat tergantung pada jumlah dan fasilitas tempat duduk yang tersedia. Artinya, jumlah yang akan diterima disekolah disesuaikan dengan fasilitas terutama jumlah gedung yang ditempati ketika siswa telah diterima disekolah tersebut.
Langkah berikutnya setelah perencanaan kesiswaan adalah proses perekrutan siswa yang biasa dikenal penerimaan siswa baru. Penerimaan siswa baru merupakan salah satu kegiatan yang pertama dilakukan dengan mengadakan seleksi  calon siswa. Pegelolaan siswa baru ini harus dilakukan secara terorganisir dan terencana ssehingga kegiatan pembelajaran dapat dilaksanakan pada hari pertama setiap ajaran  baru.
Menurut Mulyasa bahwa penerimaann siswa baru perlu dikelola sedemikian rupa yang dimulai dari perencanaan penetuan daya tampung sekolah atau jumlah siswa yang akan diterima. Kegiatan ini biasanya dikelola oleh panitia penerimaan siswa baru yang telah ditutnjuk oleh kepala  sekolah, kemudian dilakukan pengelompokan dan orientasi sehingga secara fisik orientasi emosional peserta didik siap untuk mengikuti pendidikan disekolah.[6]
Menurut Suharsimi Arikunto langkah-langkah penerimaan siswa baru yang secara garis  besar dapat ditentukan sebagai berikut:

1.      Menentukan panitia.
2.      Menentukan syarat-syarat penerimaan.
3.      Mengadakan pengumuman, menyiapkan soal-soal tes untuk seleksi dan menyiapkan tempatnya.
4.      Melaksanakan penyaringan melalui tes tertulis maupun lisan.
5.      Mengadakan pengumuman penerimaan.
6.      Mendaftar kembali calon siswa yang diterima.
7.      Melaporkan hasil pekerjaan kepada kepala sekolah.[7]
Pedoman-pedoman atau peraturan yang berhubungan dengan penerimaan siswa baru yang meliputi masalah teknik pelaksanaan, yang menyangkut masalah waktu, persyaratan dan teniks administrasi antara lain sebgai berikut:
a.    Masalah  waktu 
1)         Kapan pendaftaran calon siswa baru dimulia dan diakhiri
2)         Kapan teks/ujian seleksi dilaksanakan
3)         Kapan hasil tes diumumkan
b.      Masalah Persyaratan
1)         Besarnya uang pendaftaran.
2)         Berapa rata-rata nilai rapor yang bisa diterima sebagai pendaftar.
3)         Ijazah dan fotocopy ijazah terakhir yang sudah disahkan oleh yang
berwenang.
4)         Pas foto (selailn jumlah ditentukan juga ukurannya)
3.      Proses penerimaan Siswa Baru
a.       Ujian/ Tes
UJian/tes yang diselenggarakan dalam rangka memilih calon-colon siswa yang akan diterima, bisa disebut dengan ujian masuk/tes masuk.
b.      Penelusuran Bakat Kemampuan
Bakat kemampuan disini artinya ialah kemampuan yang menunjukkan adanya potensi-potensi yang cukup bagus. Gambaran tentang adanya potensi yang bagus ditunjukkan oleh prestasi siswa dalam berbagai mata pelajaran tertentu disekolah.
c.       Berdasarkan hasil UN (Ujian Akhir Sekolah)
Saat sekarang ini sudah berkembang system penerimaan siswa baru, yang boleh dikatakan sebagai pengganti system tes masuk. Dalam system ini, angka-angka atau nilai-nilai hasil Ujian Akhir Sekolah (UAS) atau Ujian Akhir Nasional (UAN) digunakan sebagai dasar kriteria untuk menentukan peneriamaan siswa baru.

B.     Pembinaan siswa/peserta didik
Kegiatan selanjutnya yang dilakukan sekolah dalam kaitannya dengan manajemenen peserta didik ialah pembinaan siswa/peserta didik. Dalam pembinaan siswa dilaksanakan dengan menciptakan kondisi atau membuat siswa sadar akan tugas-tugas belajar mereka.
Dalam hal ini langkah-langkah yang dilakukan oleh pihak sekolah adalah:
1.      Memberikan orientasi pada siswa baru
Setiap peserta didik atau siswa saat memasuki lingkungan baru akan mengalami kesulitan, baik di sebabkan oleh stuasi maupun karena praktik dan prosedur yang berbeda. Kesulitan itu kalau tidak diatasi dapat menimbulkan ketegangan jiwa. Supaya tidak mengalami ketegangan, administrator pendidikan seyogyanya memberi penjelasan-penjelasan tentang hal-hal yang berkaitan dengan sekolah.
Orientasi siswa baru adalah kegiatan yang merupakan salah satu dalam rangka proses penerimaan siswa baru. Istilah yang digunakan dengan “Masa Orientasi Siswa Baru (MOS)”. Tujuan orientasi siswa baru adalah pengenalan bagi siswa baru mengenai keadaan-keadaan sekolah, antara lain meliputi tata tertib, kondisi siswa, serta pengenalan pelajaran yang akan dihadapi, ini dimaksudkan agar siswa nanti tidak mengalami kejanggalan dalam menempuh studi.[8]
2.      Mengatur dan mencatat kehadiran siswa
Beberapa alat yang digunakan dalam mencatat kehadiran siswa seperti:
a.       Papan absensi harian per kelas dan per sekolah
b.      Buku absensi harian siswa
c.       Rekapitulasi absensi siswa
3.      Mencatat prestasi yang pernah diraih atau dilakukan oleh siswa
Mencatat prestasi dan kegiatan siswa berupa daftar siswa di kelas seperti:
a.       Grafik prestasi belajar/akademik
b.      Grafik prestasi non akademik
c.       Daftar kegiatan siswa
4.      Mengatur disiplin siswa selagi siswa tersebut berada dalam lingkungan sekolah
Disiplin merupakan suatu keadaan dimana sikap, penampilan dan tingkah laku siswa sesuai dengan tatanan nilai, norma dan ketentuan-ketentuan yang berlaku di sekolah dan di kelas mana mereka berada.[9]
Peserta didik adapun tujuan pembinaan peserta didik diantaranya :
a.       Mengembangkan potensi peserta didik secara optimal dan terpandu yang meliputi bakat, minat, dan kreativitas.
b.      Memantapkan kepribadian pesera didik untuk mewujudkan ketahanan sekolah sebagai lingkungan pendidikan sehingga terhindar dari usaha dan pengaruh negatif dan bertentangan dengan tujuan pendidikan.
c.       Mengaktualisasikan potensi peserta di dalam pencapaiaan prestasi unggulan sesuai bakat dan minat.
d.      Menyiapkan pesera didik agar menjadi warga masyarakat yang berkhlak mulia, demokrasi, menghormati hak-hak asasi manusia dalam rangka mewujudkan masyarakat madani (civil society). Penanaman nilai-nilai prilaku peserta didik (karakter) dapat diintegrasikan dalam setiap kegiatan kesiswaan atau dengan suatu bentuk kegiatan khusus yang membentuk karakter peserta didik .[10]
C.    Pengelolaan Proses Pembelajaran
Proses pembelajaran merupakan kegiatan utama di sekolah. Sekolah diberi kebebasan dalam memilih strategi, metode dan teknik-teknik pembelajaran dan pengajaran yang peling efektif, sesuai dengsan karakteristik mata pelajaran, karakteristik siswa, karakteristik guru, dan kondisi nyata sumber daya yang tersedia di sekolah. Pengelolaan proses pembelajaran pengajaran merupakan pemberdayaan peserta didik yang dilakukan sesuai intraksi perlakuan guru dan perilaku peserta didik baik dalam ruangan maupun di luar kelas.[11]
D.    Pengelolaan Aktivitas Siswa
Pembinaan dan pengelolaan aktivitas siswa dalam hal ini diartikan sebagai usaha dan kegiatan memberikan bimbingan, arahan, pemantapan, peningkatan terhadap pola pikir, sikap mental, perilaku serta minat, bakat, dan keterampilan para peserta didik melalui program ekstrakurikuler dalam mendukung keberhasilan program pendidikan.[12]
E.     Pemberdayaan Peserta Didik
Konsep pemberdayaan adalah bersifat humanistik. Pemberdayaan berarti memberikan siswa lebih dari sekedar kewenangan mengikuti materi pelajaran. Oleh karena itu, siswa hendak diberikan peran yang lebih aktif lagi dalam kegiatan sekolah. Mereka bukan saja sebagai peserta, tetapi juga penggagas pelaksanaan suatu kegiataan. Mereka juga perlu dilibatkan dalam pengambilan keputusan dalam batas-batas tertentu sehingga guru dan siswa sama-sama menjadi subjek. Artinya, siswapun diharapkan berperan aktif, berinisiatif, dan berkreasi dalam proses pembelajaran di sekolah.
Keteladanan dan pemberdayaan adalah dua kunci sukses pendidikan., peserta didik diberikan bekal atau capacity building. Pengkapasitasan ini salah satunya dilakukan dengan proses pengajaran dan pelatihan. Peserta didik diberikan bekal yang diperlukan untuk melaksanakan tugas dan mengoptimalkan potensinya melalui program-program yang terencana dan terevaluasi. Arti dasarnya adalah memberikan kapasitas kepada peserta didik kita baik secara personal maupun berkelompok untuk mampu menerima daya dan kepercayaan yang akan diberikan.
peserta didik diberikan daya, kepercayaan, kekuasaan, otoritas dan peluang yang sesuai dengan potensi dan kualitas kecakapan yang dimilikinya. Tahap ketiga ini adalah tahap aplikasi dari pemberdayaan atau empowering dimana peserta didik dituntut untuk mengeluarkan potensi yang dimilikinya. Guru dan siswa harus menyadari bahwa potensi peserta didik jangan hanya dipandang dari sudut kognitifnya saja tanpa memperhatikan sudut afektif dan psikomotoriknya.
Menurut kami pemberdayaan organisasi siswa adalah serangkayan kegiatan yang mampu menggali potensi dan bakat peserta didik melalui kegiatan-kegiatan ekstrakkulikuler yang ada di sekolah dan organisasi-organisasi yang ada di sekolah yang mampu membuat peserta didik lebih aktif di luar pendidikan yang bersifat kognitif.
Pemberdayaan siswa ditunjukkan pula oleh sikap positif para dewan guru yang digambarkan oleh Brookover dan Rutter yakni ;
1.      Menanamkan kepercayaan bahwa seluruh siswa mampu belajar
2.      Mendorong keberanian siswa untuk menguasai tugas akademik
3.      Memberikan penghargaan yang tepat
4.      Sikap positif para guru berarti membuat para siswa untuk bertanggungjawab.

Dengan demikian interaksi formal dan informal terus menerus di antara para siswa, guru dan kepala sekolah merupakan bantuan dalam menciptakan dan meningkatkan pemberdayaan peserta didik. Dalam rangka pemberdayaan peserta didik maka diperlukan pengaturan dalam kegiatan-kegiatan yang terkait dengan siswa. Seperti yang telah saya ungkapkan sebelumnya bahwa kegiatan yang perlu diberdayakan misalnya kegiatan ekstrakurikuler. Maka perlu pengaturan dan pembinaan dalam pelaksanaannya. Apabila program kurikuler dilaksanakan sesuai dengan mata pelajaran yang telah dijadwalkan disekolah, sebaliknya program ekstrakurikuler dilaksanakan di luar jam yang telah dijadwalkan dan diselanggarakan di sekolah atau di luar sekolah.
Dalam program kurikuler para siswa lebih ditekankan kepada kemampuan intelektual yang mengacu kepada kemampuan berfikir secara rasional dan analistik. Sedang program pemberdayaan peserta didik melalui kegiatan ektrakurikuler, para siswa dibina ke arah mantapnya pemahaman, kesetiaan, dan pengamalan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, watak dan berbudi pekerti luhur, kesadaran berbangsa dan bernegara, keterampilan dan kemandirian, olahraga dan kesehatan, serta persepsi, apresiasi dan kreasi seni.Pemberdayaan melalui kegiatan pembinaan peserta didik merupakan usaha agar para siswa tumbuh dan berkembang sebagai manusia Indonesia seutuhnya sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
Adapun tujuan dan sasaran pembinaan peserta didik adalah :
1.      Mengusahakan agar siswa tumbuh dan berkembang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional
2.      Meningkatkan peran serta dan inisiatif para siswa untuk menjaga dan membina sekolah
3.      Memantapkan kegiatan ektrakurikuler dalam menunjang pencapaian kurikulum
4.      Meningkatkan apresiasi dan penghayatan seni
5.      Menumbuhkan sikap berbangsa dan bernegara
6.      Meneruskan dan mengembangkan jiwa, semangat dan nilai-nilai perjuangan
7.      Meningkatkan kesegaran jasmani dan rohani
Sedangkan sasaran pembinaan peserta didik adalah seluruh siswa pada setiap jenis dan jenjang pendidikan sekolah. Jalur dan Materi pembinaan Pembinaan kesiswaan mempunyai nilai strategis di samping sebagai salah satu factor penentu keberhasilan sumber daya manusia masa depan, sasarannya adalah anak usia sekolah sekitar 6-18 tahun, suatu tingkat perkembangan usia anak, diamana secara fisik dan phisikis anak sedang mengalami pertumbuhan suatu periode usia yang ditandai dengan kondisi kejiwaan yang tidak stabil, agresifitas yang tinggi dan mudah dipengaruhi oleh lingkungan.Oleh sebab itu, pembinaan anak usia sekolah yang di dalamnya mengandung nilai seperti peningkatan mutu gizi, perilaku kehidupan bergama dan perilaki terpuji, penananaman rasa cinta tanah air, disiplin dan kemandirian, peningkatan daya cipta, daya analisis, prakarsa dan daya kreasi, penumbuhan akan hidup bermasyarakat, serta kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan perlu dilaksanakan secara berstruktur dan berkelanjutan.
Ada dua faktor dominan yang menentukan keberhasilan pembinaan yaitu jalur atau wadah sebagai wahana untuk melaksanakan pembinaan dan substansi atau materi yang dijadikan bahan pembinaan yang betul-betul bermanfaat dalam memberdayakan pesta didik. Jalur pembinaan dilaksanakan melalui; organisasi kesiswaan, latihan kepemimpinan, kegiatan ekstrakurikuler, dan wawasan wiyatamandala :


1.      Organisasi Kesiswaan
Setiap sekolah (kecuali SD/MI) berkewajiban membentuk organisasi siswa yang diberi nama organisasi siswa intera sekolah (OSIS). OSIS merupakan satu-satunya wadah organisasi siswa di sekolah untuk mencapai atau sebagai salah satu jalur tercapainya tujuan pembinaan kesiswaan.
2.      Latihan Kepemimpinan
Latihan kepemimpinan di arahkan kepada Pembina, pengurus, perwakilan kelas, dan semua anggota osis. Dalam kerangka manajemen, kepemimpinan berfungsi sebagai sarana penggerak motivator sumber daya yang ada dalam organisasi, sehingga pelatihan kepemimpinan diharapkan mampu meningkatkan kualitas para Pembina, pengurus dan perwakilan kelas, dalam arti:
a.       Mampu memahami dan menghayati tugas dan tanggung jawab.
b.      Mampu menciptakan kesadaran dan tanggung jawab terhadap para anggota organisasi.
c.       Mampu menciptakan etos kerja sebagai cerminan rasa ikut memiliki, melaksanakan, dan mengamalkan tugas dan tanggungjawab.
d.       Mampu menimbulkan dinamika organisasi sesuai dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi.
3.       Kegiatan Ekstra kurikuler
Kegiatan ekstra kurikuler yaitu kegiatan-kegiatan siswa di luar jam pelajaran yang dilaksanakan di sekolah atau di luar sekolah, dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan memahami keterkaitan antara berbagai mata pelajaran, penyaluran bakat dan minat serta dalam rangka usaha untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan para peserta didik, kesadaran berbangsa dan bernegara, dan berbudi pekerti luhur.
4.      Wiyatamandala
Wiyatamandala yaitu lingkungan pendidikan yang di dalamnya terjadi kegiatan belajar mengajar. Materi pembinaan peserta didik yaitu
1)      Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, meliputi:
a.       Melaksanakan peribadatan sesuai dengan agama masing-masing.
b.      Memperingati hari-hari besar agama.
c.       Melaksanakan perbuatan amaliah, sesuai dengan norma agama.
d.      Membina toleransi kehidupan antar umat beragama.
e.       Mengadakan kegiatan lomba dan seni yang bersifat keagamaan
2)      Kegiatan Berbangsa dan Bernegara, meliputi:
a.       Melaksanakan upacara bendera pada setiap hari senin.
b.      Melaksanakan bakti sosial.
c.       Melaksanakan lomba karya tulis.
d.      Mengadakan pertukaran siswa.
e.       Mampu menyanyikan lagu-lagu nasional.
3)      Pendidikan Bela Negara, meliputi:
a.       Melaksanakan tata tertib sekolah.
b.      Mempelajari dan menghayati sejarah perjuangan bangsa.
c.       Melaksanakan wisata alam dan kelestarian lingkungan.
d.      Kepribadian dan budi pekerti luhur.
e.       Berorganisasi dan kepemimpinan.
f.       Ketermapilan dan kewiraswastaan
g.      Kesegaran jasmani dan daya kreasi.
h.      Persepsi, apresiasi dan kreasi seni.
Dalam kegiatan pembinaan peserta didik, kepala sekolah merupakan orang yang pertama dan utama bertanggungjawab sehingga peranan kepala sekolah sebagai manajer dan pendidik sangatlah penting. Pada tahap selanjutnya, para peserta didik diharapkan dapat diarahkan untuk melanjutkan kejenjang pendidikan berikutnya sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan mereka, baik kemampuan intelektual maupun ekonomi. Bagi sekolah kejuruan, sebaiknya ada upaya riil dari pihak sekolah dalam megelola dan menyalurkan setidaknya sebagian siswa untuk memasuki dunia kerja terutama bagi mereka yang berprestasi. Maka, lembaga-lembaga pendidikan perlu membangun jaringan kerja sama dengan para pemimpin instansi terkait maupun dengan para pengusaha. Pengarahan bakat, minat, dan kemampuan siswa serta penyaluran para alumni untuk memasuki lapangan kerja merupakan bentuk kepedulian lembaga pendidikan terhadap siswa atau alumninya. Bila kepedulian ini dapat diwujudkan dengan baik dan para peserta didik dapat merasakan kemudahan terutama dalam melanjutkan pendidikan kejenjang berikutnya atau mendapatkan pekerjaan tentu dapat meningkatkan posisi tawar lembaga pendidikan yang bersangkutan[13].



BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
manajemen peserta didik adalah sebuah layanan yang digunakan untuk mengatur peserta didik mulai dari masuk hingga lulus sekolah, pengaturan disini maksudnya mulai dari membuat jadwal orientasi peserta didik, pengolahan data peserta didik dan sebagainya. manajemen peserta didik juga pengaturan yang berkaitan dengan penataan kegiatan peserta didik tersebut.
Proses pembelajaran merupakan kegiatan utama di sekolah. Sekolah diberi kebebasan dalam memilih strategi, metode dan teknik-teknik pembelajaran dan pengajaran yang peling efektif, sesuai dengsan karakteristik mata pelajaran, karakteristik siswa, karakteristik guru, dan kondisi nyata sumber daya yang tersedia di sekolah. Pengelolaan proses pembelajaran pengajaran merupakan pemberdayaan peserta didik yang dilakukan sesuai intraksi perlakuan guru dan perilaku peserta didik baik dalam ruangan maupun di luar kelas Pendidikan merupakan wahana untuk menciptakan manusia yang berdayaguna salah satunya melalui pemberdayaan peserta didik.




DAFTAR PUSTAKA

Abuddin Nata(2014), Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta:  Kencana
Agus wibowo(2013),Manajemen pendidikan karakter disekolah. Yogyakarta: Maejacko
Alam, S. (2006). Ekonomi Untuk Sma Dan Ma. Jakarta : Erlangga
Arikunto, Suharsimi. (1993). Organisasi dan Administrsi Pendidikan Teknologi dan Kejujuran. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada
Minarti, Sri. (2016). Manajemen Sekolah: mengelola lembaga pendidikan secara mandiri. Jogjakarta :Ar Rus Media.
Mirzan. (2005). Manajemen Pemberdayaan Peserta Didik. Jakarta: Alfabeta
Mulyasa, E. (2004). Manajemen Berbasis Sekoalah: Konsep, strategi, dan Implementasi. Bandung: Rosdakarya
Mustari, Mohamad. (2015). Manajemen Pendidikan.  Jakarta :Pt Raja Grafindo
Persada
Siangin, Harbangan. (1989). Administrasi Pendidikan: Suatu Pendekatan Sistemik. Semarang: PT. Satya Wacana
Wibowo, Agus. (2013).  Manajemen pendidikan karakter disekolah. Yogyakarta: Maejacko



[1] Alam S, Ekonomi Untuk Sma Dan Ma,(Jakarta:Erlangga,2006)Hlm.15
[2] Michael Sega Gumelar, Jurnal Studi Kultural,(Animage, 2016)Vol. 1
[3] Abuddin Nata, Ilmu Pendidikan Islam,(Jakarta: Kencana, 2014),Hlm. 151
[4] Op.Cit., Alam S. Hlm.15
[5] Op.Cit., Michael Sega Gumelar
[6] E. Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekoalah: Konsep, Strategi, Dan Implementasi, (Bandung: Rosdakarya,2004),Hlm.46.
[7] Suharsimi Arikunto, Organisasi Dan Administrsi Pendidikan Teknologi Dan Kejujuran, (Jakarta: Pt. Raja Grafindo Persada, 1993), Hlm.53.
[8] Harbangan Siagin, Administrasi Pendidikan: Suatu Pendekatan Sistemik (Semarang: Pt. Satya Wacana,1989),Hlm.100.
[9] Mohamad Mustari, Manajemen Pendidikan, (Jakarta:Pt Rajagrafindo Persada, 2015),Hlm.107.
[10] Agus Wibowo,Manajemen Pendidikan Karakter Disekolah,(Yogyakarta:Maejacko,2013),Hlm 177
[11] Sri Minarti, Manajemen Sekolah: Mengelola Lembaga Pendidikan Secara Mandiri, (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2016), Hlm.169.
[12] Ibid. Hlm.202
[13] Mirzan, Manajemen Pemberdayaan Peserta Didik, (Jakarta: Alfabeta, 2005).Hlm. 45-48

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISA PENGARUH KOMPETENSI MANAJER PROYEK TERHADAP KETEPATAN BIAYA, MUTU DAN WAKTU

JUDUL : Mahasiswa KKN-DR PLUS UIN SUSKA RIAU melakukan penyemprotan disenfektan di semua masjid nagari parit malintang

Organisasi Kurikulum